Berita

Trimedya Panjaitan

Wawancara

WAWANCARA

Trimedya Panjaitan: Ada Kemunduran Demokrasi, Jika Elit KMP Sapu Bersih Kelengkapan Dewan

SENIN, 13 OKTOBER 2014 | 07:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PDI Perjuangan tidak berlarut dalam kesedihan setelah menelan kekalahan dalam pemilihan pimpinan DPR dan MPR.

Partai yang dikomandoi Mega­wati Soekarnoputri itu kini berkonsentrasi untuk mengincar posisi strategis alat kelengkapan dewan, seperti ketua komisi dan badan di DPR.

“Kita terima hasil sebelumnya. Sekarang kita kejar komisi alat kelengkapan. Tidak boleh dikua­sai KMP semua alat kelengkapan dewan,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (10/10).


Langkah ini, lanjut bekas Ke­tua Komisi III DPR itu,   perlu di­per­juangkan agar Koalisi Me­rah Pu­tih (KMP) tidak menguasai se­lu­ruh posisi penting di parlemen.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana soal kekalahan tipis dalam perebutan kursi pimpinan MPR?

Ini realitas politik ya. Kami harus menerimanya dengan le­gowo. Yang penting  kami sudah berusaha maksimal. Ternyata seperti yang sudah kita saksikan kalah tipis seperti itu.

Apa karena salah strategi?
Kalau strategi kita sudah man­tap ya. Ini kami kurang lucky saja. Kurang bernasib baik. Stra­tegi kita sudah bagus. Buktinya bisa mengambil PPP kan.

Ini karena suara DPD ter­belah?
Mungkin DPD ini terbelah, kan DPD ini latar belakangnya ma­cam-macam. Ada bekas anggota partai di luar koalisi kami. Jadi mereka memilih KMP.

Bagaimana jika dibandingkan dengan pemilihan DPR?
Pada saat pemilihan pimpinan MPR kami lebih legowo diban­ding pada saat pemilihan DPR.

Kenapa?
Karena pada saat pemilihan pimpinan DPR saya rasa permai­nan­nya sangat tidak baik ya, kami merasa dicurangi saja. Kalau pada saat pemilihan MPR ini le­bih bersih. Jika diibaratkan per­mai­nan bola, kami kalah kebe­run­tungan saja.

Nasib PDI Perjuangan sangat tragis, sebagai partai pe­menang pemilu tidak menda­pat pimpinan parlemen, ini bagaimana?

Sejak kawan-kawan dari koalisi Prabowo itu melihat mere­ka kalah di pilpres, memang se­cara ter­struk­tur, sistematis, dan massif melakukan berba­gai cara agar bisa menguasai pim­pinan par­lemen. Usaha itu terus dilaku­kan. Mulai dari revisi UU MD3, lang­sung berubah segala macam. Kami selalu dikeroyok kan. Ini preseden demokrasi yang tidak baik.

Menurut Anda UU MD3 itu, bagaimana?
UUD MD3 itu bermasalah. Terbukti dengan banyaknya gu­gatan ke MK. UU ini dipaksakan kelahirannya karena untuk ke­pen­tingan politik tertentu.

Apa yang Anda khawa­tirkan?
Yang saya khawatirkan, kalau nanti alat kelengkapan dewan lain, seperti ketua komisi dan ba­dan di DPR mereka sapu bersih. Kalau kayak gitu,  kita menga­la­mi kemunduran dalam proses demokrasi.

Kawan-kawan itu bilang itu proses check and balance. Nggak kayak begitu juga. Check and balance itu tidak harus menguasai semua alat kelengkapan dong. Check and balance itu kritis di parlemen.

Apa masalahnya jika semua disapu bersih KMP?
Akan jadi masalah dong, kalau ingin menguasai semua pimpinan komisi, alat kelengkapan, pimpi­nan DPR, Pimpinan MPR itu nggak boleh. Kalau mereka kuat secara jumlah, itu sih oke sebagai check and balance terhadap eksekutif. Tapi kan tidak harus menguasai semua dong.  ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya