Berita

ppp

Politik

Belasan DPW Ancam Boikot Muktamar PPP di Surabaya

SENIN, 13 OKTOBER 2014 | 04:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Nampaknya Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akan dilaksanakan di Surabaya Jawa Timur pada Rabu-Sabtu (15-18/10), tidak akan berjalan dengan mulus. Pasalnya, sebanyak 12 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP meminta dua kubu (Suryadharma Ali dan M Romahurmuziy) yang berseteru untuk terlebih dahulu berdamai.

Ketua DPW PPP Provinsi Papua Barat, Yul Chaidir mengancam akan ada 12 DPW yang memboikot muktamar yang dilakukan bila belum ada kesepakatan damai antara SDA dengan Romi.

"Bila keduanya tidak berdamai, ke-12 DPW PPP tidak akan menghadiri Muktamar PPP. Kita bukan memihak SDA ataupun Romahurmuziy (Romi), tapi pada konstitusi," kata Yul Chaidir di Hotel Ibis, Jakarta, Minggu (12/10).


Ke-12 DPW PPP yang menyebut dirinya Forum Pro Konstitusi antara lain DPW Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, NTB, Bali, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau dan Papua Barat.

Ke-12 DPW PPP itu menurut Yul, telah berikrar berpihak pada konstitusi PPP dan bahkan sudah merumuskan sikap yakni mendukung sepenuhnya keputusan Mahkamah Partai PPP Nomor 49/PIP/MP-DPP.PPP/2014 tanggal 11 Oktober 2014 yang memerintahkan kedua kubu harus islah sebelum Muktamar.

"Kami juga meminta kedua belah pihak bersengketa menghormati keputusan Mahkamah Partai," imbuhnya dilansir dari JPNN.

Selain akan absen, mereka juga meminta Mabes Polri dan Kemenkumham tidak memberi izin pelaksanaan Muktamar serta penolakan pengurus hasil muktamar.

"Meminta Mabes Polri tidak mengeluarkan izin muktamar yang diselenggarakan pihak bersengketa. Dan meminta Kemenkumham untuk menolak permohonan pengesahan pengurus DPP hasil muktamar yang tidak sesuai dengan putusan Mahkamah Partai," demikian Yul Chaidir. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya