Berita

ilustrasi/net

Politik

Warning, Asing Mencoba Rongrong Stabilitas Politik Lewat Isu Penjegalan

SENIN, 13 OKTOBER 2014 | 02:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tidak pernah ada pernyataan dari kubu lawan yang ingin menjegal pelantikan atau pemakzulan Jokowi. Namun isu itu terus bergulir. Lalu siapa dalangnya?

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang), sepakat dengan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto yang mengatakan isu pemakzulan dan penjegalan ini dihembuskan oleh pihak asing.

"Saya percaya ada pihak asing di balik isu penjegalan pelantikan dan pemakzulan Jokowi," kata Ipang kepada , Senin (13/10).


Jelas peneliti Nusantara Institute ini, pihak asing berupaya membumbui dan mencoba merongrong kestabilan sistem politik di Indonesia.

"Warning," ujar Ipang singkat.

Setelah Koalisi Merah Putih (KMP) menguasai pimpinan DPR dan MPR, tiba-tiba muncul isu pemakzulan terhadap Jokowi, juga isu penjegalan pelantikan Jokowi-JK oleh MPR pada 20 Oktober mendatang.

Sebelumnya Yandri Susanto mengatakan, pihak asing takut dengan kekuatan KMP di Parlemen. Mereka merasa terancam kepentingannya. Apalagi, KMP sudah menetapkan akan merevisi ratusan UU yang bertentangan dengan kepentingan nasional, salah satunya adalah UU tentang perbankan yang memberi kebebasan pihak asing 100 persen untuk memilikinya.

"Pihak Koalisi Indonesia Hebat jangan termakan isu itu (pemakzulan dan penjegalan)," kata Yandri hari Sabtu di Kawasan Cikini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya