Berita

fadel muhammad/net

Politik

Fadel Buka Strategi Golkar Bersama KMP Kuasai Legislatif

SABTU, 11 OKTOBER 2014 | 12:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selama era reformasi, Partai Golkar dianggap paling lihai mengkonsolidasi isu dan melakukan permainan politik di parlemen dengan sangat apik. Belakangan ini, kecerdikan atau kelihaian politik Golkar itu dimainkan lagi sampai-sampai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tidak sadar telah terperdaya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad, mengakui pujian itu kenyataannya benar.

"Inilah dinamika politik yang ada di Indonesia. Ketika kami kalah di eksekutif (kalah Pilpres 2014), segera kami (Koalisi Merah Putih) berkumpul dan mengatakan harus bergabung," kata Fadel dalam diskusi "Bukan Parlemen Biasa" di Cikini, Jakarta, Sabtu (11/10).


Golkar merasa terlalu kecil untuk sendirian di luar barisan pemerintah. Karena itu, lanjut Fadel, Golkar terlibat membentuk koalisi permanaen Koalisi Merah Putih bersama Gerindra, PKS, PPP, PAN dan Demokrat.

"Kami membuat sebuah inovasi politik yang terpikir bagi kami seperti terjadi di Amerika Latin. Satu kelompok kuasai eksekutif, maka yang lain kuasai legislatif," tegasnya.

Golkar yakin dengan komposisi politik yang demikian maka ada check and balances, juga rakyat melihat demokrasi tumbuh dengan baik. Lalu strategi apa yang dipakai Golkar bisa menangkan pertarungan di legislatif?

"Ketika pemilihan pimpinan di MPR kami belajar dari kemenangan di DPR yang kurang diterima masyarakat. Di MPR kami ubah strategi, kami biarkan terbuka biar masyarakat melihat. Kami kerja keras karena kami hadapi dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan dan dinamika Dewan Perwakilan Daerah yang harus ditangani," ungkap Fadel.

"Saya mantan gubernur, maka saya kenal dengan para perwakilan daerah. Kami dekati yang tidak suka dengan kelompok Oesman Sapta Odang (calon ketua MPR). Dan jangan dikira PPP itu solid semua. PPP itu pecah juga," umbar mantan Gubernur Gorontalo itu lagi.

Mengenai langkah politik ke depan, ada tiga hal yang akan diperjuangan Golkar. Fadel jelaskan langkah pertama adalah mengadakan pelatikan dengan sukses tanpa ada pemboikotan. Golkar juga akan berusaha menunjukkan kepada masyarakat bahwa peran legislatif ini terhormat.  

"Ketiga, kami akan tegas kawal pemerintahan Jokowi-JK untuk terwujudnya program pro rakyat," ucapnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya