Berita

kim jong-un/net

Dunia

Kim Jong-un Tak Hadiri HUT Partai Pekerja, Diplomat Korut Bantah Rumor Tak Sedap

SABTU, 11 OKTOBER 2014 | 11:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak tampak hadir dalam perayaan 69 tahun berdirinya Partai Pekerja yang digelar di Kumsusan Palace of the Sun pada Jumat (10/10). Absennya Kim dalam perayaan tahunan itu kembali memanaskan rumor tak sedap yang telah merebak sebelumnya.

Diketahui, sejumlah rumor merebak setelah Kim absen dalam publikasi kegiatan penting di Korea Utara. Sejumlah media asing mengisukan "hilangnya" Kim dari sorotan publik adalah karena alasan kesehatan. Yonhap (Jumat, 10/10) menyebut, Kim yang terakhir kali terlihat muncul dalam publikasi media pada 3 September lalu itu mengalami cidera kaki. Demi merawat Kim, dikabarkan dokter-dokter dari Prancis, Jerman, dan Rusia diterbangkan khusus ke Korea Utara.

Kabar yang sama juga dihembuskan oleh Reuters. Dengan mengutip pernyataan seorang pejabat anonim yang disebut memiliki akses ke kepemimpinan Korea Utara, dikabarkan bahwa ketidakhadiran Kim dalam perayaan itu adalah karena cedera kaki yang dideritanya ketika meninjau tempat pelatihan militer belum juga pulih.


"Ia mengalami cedera pergelangan kaki dan lututnya sekitar Agustus atau awal September," katanya.

Selain alasan kesehatan, rumor lain yang merebak soal ketidakhadiran Kim di depan publik yang berkembang beberapa waktu belakangan adalah karena adanya ketidakstabilan politik di Korea Utara. Bahkan pemberitaan media asing sempat ramai mengisukan soal kudeta militer di Korea Utara beberapa waktu lalu.

Absennya Kim dalam perayaan kemarin yang disebut-sebut lebih penting dari pada ulang tahun mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il dan Kim Il-sung itu, kembali menimbulkan pertanyaan-pertanyaan negatif soal masalah politik dalam negeri Korea Utara.

"Hari ini adalah hari yang penting baginya (Kim) untuk kembali. Semakin banyak pertanyaan yang meningkat, dan ketidakhadirannya pasti mengarah pada ketidakpastian soal siapa yang sedang memimpin negara," kata peneliti di Korean Studies di Australian National University,  Leonid Petrov kepada Latimes.

Hal senada juga diungkapkan peneliti lainnya kepada Reuters.

"Semakin lama ia (Kim) keluar dari mata publik, semakin banyak ketidakpastian soal dia dan status rezimnya akan akan tumbuh," kata seorang peneliti dari U.S.-Korea Institute di Johns Hopkins School of Advanced International Studies, Washington Curtis Melvin.

Menanggapi berbagai kabar tak sedap yang berkembang itu, seorang diplomat senior Korea Utara di Jakarta menegaskan kepada (Sabtu, 11/10) bahwa rumor-rumor tersebut tidak benar.

Kabar soal masalah kesehatan Kim ataupun ketidakstabilan politik Korea Utara, kata diplomat tersebut dikeluarkan oleh sejumlah media asing untuk mendiskreditkan Korea Utara.

"Korea Utara saat ini baik-baik saja," tegas diplomat itu.

"Kim Jong-un pun saat ini berada di Pyongyang," tandasnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya