Berita

poempida hidayatullah/net

Politik

Agar Tak Jadi Bulan-bulanan KMP, Jokowi-JK Harus Ciptakan Program Pro Rakyat

JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 09:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dalam sistem presidensial tidak mudah menjatuhkan presiden. Apalagi presiden tersebut terpilih secara langsung oleh rakyat.

"Jadi, presiden mempunyai legitimasi kuat," kata politisi Partai Golkar Poempida Hidayatulloh kepada , sesaat lalu, Jumat (10/10).

Selain itu, lanjut dia, Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-JK memang harus kemudian menunjukkan kinerja yang pro rakyat. Dengan menunjukkan program yang bermanfaat untuk masyarakat, hampir bisa dikatakan sulit bagi Koalisi Merah Putih (KMP) yang menguasai parlemen untuk diintervensi pemerintahan Jokowi-JK.


"Karena mereka (KMP) pun tidak mungkin mau kehilangan nama di depan publik dan menjadi musuh masyarakat," ujar Poempida.

Jadi, jelas Poempida, integritas pemerintahan Jokowi-JK dan keberpihakan kepada rakyatlah yang akan menjadi kuncinya. Sehingga tidak tercipta ruang bagi KMP untuk menjegal.

"Ini memang suatu perjalanan yang sangat berat karena tidak boleh ada margin of error yang besar saat pemerintahan berjalan. Sedikit masalah atau kesalahan dibuat oleh pemerintah akan menjadi bulan-bulanan KMP," ungkapnya.

Poempida menambahakan, sehubungan dengan statement politisi senior Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang akan menghambat pemerintahan Jokowi-JK, anggap saja sebagai cemeti bagi pemerintahan mendatang untuk secara maksimal menyelesaikan berbagai masalah bangsa yang ada, dan membangun Indonesia ini menjadi suatu negara maju yang mandiri. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya