Berita

Edhie Prabowo/net

Politik

Gerindra: Sudah Selayaknya Ada Penambahan Komisi di DPR

JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 08:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Fraksi Partai Gerinda menilai penambahan komisi di DPR RI seperti yang menjadi wacana beberapa hari belakangan ini merupakan sebuah langkah efisiensi dan efektifitas dalam bekerja.

"Adanya rencana penambahan komisi di DPR sangat baik, itu semata agar setiap komisi dan anggota dapat lebih fokus lagi menjalankan tugas dan fungsinya," kata Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR RI, Edhie Prabowo kemarin (Kamis, 9/10).

Jelas dia, selama ini satu komisi memiliki mitra kerja yang sangat banyak, bahkan ada yang mencapai 16 mitra kerja. Hal tersebut mengakibatkan komisi tersebut menjadi kurang fokus dalam membahas program-program serta pengawasan yang berkaitan dengan mitra kerjanya tersebut.


"Komisi I misalnya ada 16 mitra kerja, Komisi VI ada 4 kementerian dan lembaga serta badan. Dalam waktu masa sidang tiga bulan, kira-kira apa cukup waktu untuk membahas semua mitra kerja tersebut. Tentu pembahasan yang dimaksud tidak sekedar bicara saja, tapi lebih mendetail. Saya rasa tidak cukup waktu untuk semua itu. Oleh karenanyalah sudah selayaknya ada penambahan komisi di DPR nanti," papar Edhie.

Sementara itu, Edhie menampik anggapan penambahan komisi itu menjadi sebuah langkah pemborosan. Pasalnya, penambahan komisi tidak berarti ada perekrutan SDM (sumber daya manusia) baru. Jumlah anggota DPR tetap sama, staf komisi pun bisa diambil dari pegawai di lingkungan Kesetjenan. Sehingga anggapan pemborosan menurutnya tidak mendasar.

"Meski demikian saya menyerahkan sepenuhnya keputusan penambahan komisi serta lingkup dan mitra kerja masing-masing komisi kepada keputusan bersama fraksi-fraksi," tandas Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindara ini seperti dilansir dari laman DPR RI. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya