Berita

Didi Soekarno/net

Politik

Didi Soekarno: Bangsa Ini Butuh Banyak Negarawan

KAMIS, 09 OKTOBER 2014 | 17:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perbedaan pendapat antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di parlemen  seyogyanya jangan dimaknai sebagai pertarungan, melainkan sebagai perbedaan pendapat dalam memperbaiki sistem ketatanegaraan.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Mahardhika Soekarnoputra alias Didi Soekarno kepada redaksi sesaat lalu, Kamis (9/10).

Cucu Bung Karno ini menjelaskan, semua perbedaan tersebut mencerminkan dinamika pendidikan politik di alam demokrasi untuk membangun NKRI.


"Memang proses pendidikan politik tidak bisa instan melainkan dengan pendidikan dan pemberdayaan kepada stake holder," ujar Didi Soekarno.

Menurutnya, sebagai seorang politikus sudah selayaknya anggota di parlemen berperilaku seperti itu. Tetapi ketika sudah masuk di dalam sidang yang membahas masalah rakyat, maka sudah selayaknya sikap kenegarawanan sangat dibutuhkan.

"Sikap kenegarawanan untuk membangun bangsa dan negara ini. Bangsa ini membutuhkan banyak negarawan bukan banyak politisi yang hanya mementingkan kepentingan kelompok dan golongannya," ungkap Didi Soekarno.

Putra dari Rachmawati Soekarnoputri ini menambahkan, KMP dan KIH adalah anak bangsa yang sudah seharusnya bisa duduk bareng membahas masalah kenegaraan. Dengan demikian maka tidak ada kata lain selain bangsa ini dibangun dengan dengan rasa kenegaraan dan kebangsaan.

"Seperti yang dikatakan Bapak Bangsa (Bung Karno) yakni; 'matahari tidak terbit karena ayam berkokok, tetapi ayam jantan berkokok karena matahari terbit'," demikian Didi Soekarno. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya