Berita

joko widodo/net

Politik

KMP Jangan Macam-macam, di Belakang Jokowi Ada Rakyat

KAMIS, 09 OKTOBER 2014 | 13:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pasca kalah di pilpres, Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo-Hatta tidak pernah berhenti melakukan berbagai macam tindakan untuk mengancam eksistensi Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-JK.

Demikian disampaikan Presidium Nasional Rakyat Bersatu, A. Iwan Dwi Laksono dalam keterangan tertulisnya kepada RMOL, Kamis (9/10).

Upaya-upaya yang menjurus masif, terstruktur dan sistimatis terus dilakukan oleh oleh KMP, melalui UU MD3, UU Pilkada yang meskipun dipercantik dengan Perpu yang dikeluarkan SBY guna mengkelabuhi desakan protes rakyat.


Kemudian disusul oleh penguasaan seluruh pimpinan DPR RI dan MPR RI, bahkan menyusul kabar terbaru gugatan judicial review oleh beberapa anggota DPRD dengan kuasa hukumnya Refly Harun tentang pimpinan DPRD tidak harus parpol pemenang pemilu (perolehan suara terbanyak).

Iwan Dwi mengatakan, menjelang pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih, muncul berbagai statemen dari petinggi-petinggi KMP seperti misalnya Hasjim Joyohadikusumo dari Gerindra yang akan menghadang seluruh langkah Presiden, yang selanjutnya disusul statemen Akbar Tanjung dari Golkar yang mengatakan Presiden dilipih MPR semakin membuat semakin gaduh situasi politik dengan tebaran ancaman dan teror.

"Hal ini bisa dikatakan adalah langkah-langkah yang masif, terstruktur dan sistimatis untuk mengimpeachment Jokowi-JK melalui jalan parlementer setelah parlemen dikuasai," ujarnya.

Menurutnya, akan menjadi mudah bagi KMP bisa mengubah aturan dan Undang-undang nantinya dengan komposisi jumlah anggota dan pimpinan DPR guna memuluskan jalan "kudeta merangkak" tersebut. Ini artinya, setelah kalah dalam pertarungan terbuka dan melibatkan rakyat secara langsung diubah menjadi menjadi pertarungan terbatas, tertutup dan di tingkat elit.

"Mereka (KMP) ini lupa bahwa kekuatan utama penyokong Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden itu adalah rakyat Indonesia yang pasti akan menggunakan kedaulatannya (kedaulatan rakyat) untuk merebut kekuasaan oligharkhi politik daripada KMP," imbuhnya.

Iwan Dwi menambahkan, rakyat melalui elemen gerakan mahasiswa, buruh, tani dan relawan sudah pasti akan membangun kekuatan dengan posko-posko perlawanan dan mobilisasi massa apabila program-program kerakyatannya diganggu maupun dihilangkan oleh oligharkhi politik KMP di parlemen.

"Bukan tidak mungkin rakyat akan berbondong-bondong mengambil alih parlemen ketika kedaulatannya dirampas total oleh oligharkhi politik tersebut, dan akan mempertahankan Presiden dan Wakil Presiden Pilihan Rakyat Indonesia Jokowi-JK," demikian Iwan Dwi. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya