Berita

neta s pane/net

Hukum

Ironis, Kejahatan Yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Makin Brutal

KAMIS, 09 OKTOBER 2014 | 12:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dalam enam bulan terakhir kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Jabodetabek tampak makin sadis. Dari Mei hingga Oktober 2014 ada enam kejahatan sadis yang dilakukan anak di bawah umur. Bahkan pelaku tak segan-segan menggorok leher korbannya.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya kepada , Kamis (9/10).

Ironisnya, kata Neta, sebagian besar korban adalah teman akrab dan teman main pelaku. Hanya karena persoalan sepele pelaku membunuh temannya. Seperti yang terjadi 5 Oktober 2014 di depan Pasar Modern, Perumahan Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. Tiga pelajar, Rio Santoso (15), Ikhwan (16) dan M Febriyansah (14) membunuh temannya Chaerul (16) pelajar SMK Mercusuar dengan cara menggorok lehernya. Alasannya, ketiganya sakit hati karena korban memaki mereka.


Pendataan yang dilakukan IPW, dari enam kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur itu, empat kasus adalah pembunuhan sadis dan dua perampokan. Dari enam kasus kejahatan ini ada 12 anak yang terlibat sebagai pelaku. Bahkan anak usia 12 tahun, AP terlibat merampok rumah pengusaha Wevie Viyana di Pamulang, Tangerang.
Sementara anak usia 10 tahun, Sy menganiaya temannya Renggo Khadafi (10) hingga tewas pada 28 April 2014 di Jakarta Timur.

Akibat kejahatan anak ini, lnjut Neta, empat orang tewas dan dua luka. Tragisnya, dalam kejahatan anak ini, para pelaku bertindak seperti orang dewasa. Di Cisauk, Tangerang misalnya, dua anak di bawah umur menjadi geng sepesialis pencurian sepeda motor. Seorang di antaranya terpaksa ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap. Sedangkan di Pamulang, dua anak di bawah umur menjadi sindikat sepesialis perampokan rumah mewah.

Neta menambahkan, Jakarta Timur menjadi daerah rawan kejahatan anak selama enam bulan terakhir, yakni ada tiga kasus. Tangerang dua kasus dan Bekasi satu kasus.

"Para orang tua, pihak sekolah, tokoh masyarakat maupun pemerintahan daerah perlu mencermati fenomena ini. Sebab kejahatan anak yang makin sadis dan brutal ini makin mengkhawatirkan," pungkasnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya