Arief Poyuono/net
Arief Poyuono/net
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra FX. Arief Poyuono, mengatakan, anjloknya kurs rupiah yang menembus hingga Rp 12,247 perdolar AS lebih disebabkan kebutuhan akan dolar untuk melakukan impor yang makin meningkat seperti impor BBM dan pangan serta bahan baku.
Selain itu, lemahnya nilai tukar rupiah disebabkan oleh kenaikan suku bunga FED karena ekonomi AS membutuhkan dana yang likuid untuk menciptakan lapangan kerja. Malah kalau mau lebih ekstrim, kata Arief Poyuono, kejatuhan kurs rupiah terhadap dolar menunjukan pasar ragu akan kemampuan Joko Widodo dalam memerintah.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Senin, 27 April 2026 | 14:16
UPDATE
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13
Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46
Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15