Berita

bendera isis dikibarkan di atas sebuah bukit di Kobane/bbc

Dunia

ISIS Duduki Kota Perbatasan Suriah, Kepentingan Turki Ikut Dipertaruhkan

SELASA, 07 OKTOBER 2014 | 12:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militan ISIS dikabarkan telah memasuki kota perbatasan Suriah-Turki, Kobane atau yang dikenal juga dengan nama Ayn al-Arab, dan mengambil alih kendali tiga distrik di wilayah tersebut setelah pertempuran jalan dengan pasukan Kurdi Suriah pada Senin (6/10). Para militan kemudian mengibarkan bendera ISIS di atas gedung-gedung serta bukit-bukit di wilayah itu sebagai penanda pendudukannya.

Sekitar dua ribu warga sipil yang ketakutan kembali membanjiri perbatasan Turki. Jumlah tersebut menambah panjang daftar pengungsi Suriah, mayoritas merupakan warga Kurdi, yang masuk ke Turki. Sejauh ini tercatat setidaknya ada 160 ribu pengungsi Suriah yang masuk ke Turki dalam beberapa pekan terakhir.

Perwakilan pemerintah Kurdi di Amerika Serikat, Karwan Zebari menyebut, akan sangat berbahaya bila ISIS berhasil mengambil alih seluruh kota.


"Bila ini berlanjut, bila tidak ada bantuan internasional, bantuan militer yang riba untuk penduduk Kobane dan pejuang Kurdi yang berjuang di Kobanea, maka wilayah akan jatuh ke tangan ISIS," jelasnya dikutip BBC.

Ia mendesak Turki untuk ikut ambil bagian membantu penduduk Kobane.

"Saya pikir kepentingan dan keamanan nasional Turki dipertaruhkan di sini juga. Penting bagi Turki untuk maju dan membantu pejuang Kurdi dalam momentum untuk memukul mudur ISIS," sambungnya.

Sementara itu seorang politisi Kurdi Asya Abdullah yang berada di Kobane menyebut bahwa pertempuran masih berlangsung di wilayahnya.

"Ada pertempuran di jalan-jalan Kobane sekarang Masih ada ribuan warga sipil di kota dan ISIS menggunakan senjata berat. Jika mereka tidak dihentikan sekarang maka akan menjadi pembantaian besar," kata Abdullah.

"Mereka telah mengepung kami hampir dari setiap sisi dengan tank mereka. Mereka telah menembaki kota dengan senjata berat. Pejuang Kurdi bertahan sebisa mungkin dengan senjata yang mereka miliki, ujarnya.

ISIS diketahui mulai bergerak ke Kobane sejak 16 September lalu dan menduduki sejumlah desa serta kota perbatasan. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya