Berita

kartun kontroversial new york times soal keberhasilan misi mars india/net

Dunia

Kartun Soal Misi Mars India Dinilai Mengejek, New York Times Minta Maaf

SENIN, 06 OKTOBER 2014 | 17:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Surat kabar New York Times meminta maaf atas kartun soal misi Mars India yang pernah dipublikasikan menyusul protes yang menyebut kartun itu mengejek India.

Kartun kontroversial itu menunjukkan seorang petani dengan seekor sapi mengetuk pintu pintu sebuah ruangan yang diberi label "Elite Space Club". Di dalam ruangan itu ada dua orang yang duduk, salah satunya membaca surat kabar dengan headline soal keberhasilan India melancarkan misi ke Mars.

Kartun tersebut dilampirkan bersama dengan artikel yang berjudul "India’s Budget Mission to Mars" di surat kabar ternama itu.


Editor halaman editorial New York Times, Andrew Rosenthal dalam postingan Facebook menyebut bahwa banyak pembaca yang protes dengan kartun itu.

"Tujuan kartunis Heng Kim Song adalah untuk mengangkat bahwa eksplorasi luar angkasa bukan lagi domain ekslusif negara-negara Barat dan kaya," kata Rosenthal dikutip BBC (Senin, 6/10).

Ia juga menjelaskan bahwa Heng yang berasal dari Singapura menggunakan gambar dan teks dengan cara yang provokatif dengan tujuan untuk membuat pengamatan soal hubungan internasional.

"Kami meminta maaf kepada pembaca yang tersinggung dengan pemilihan gambar dalam kartun ini," sambungnya sambil menambahkan bahwa Heng tidak berupaya untuk meragukan India, pemerintah, ataupun warganya.

Perlu diketahui, India pada bulan lalu berhasul menempatkan robot Mangalyaan ke orbit sekitar Mars. Misi tersebut berhasil dilakukan dengan anggaran sekitar 4.5 triliun rupee atau sekitar 74 juta dolar AS. Hal itu menjadikan misi Mars India menjadikan salah satu misi ruang angkasa termurah yang pernah dijalankan.

Sebelumnya hanya Amerika Serikat, Rusia, dan sejumlah negara Eropa yang telah berhasil mengirimkan misi Mars. Namun India berhasil menjalankan misi serupa dengan biaya lebih rendah dan dalam percobaan pertama, hal yang sebelumnya tidak pernah dicapai bahkan oleh Amerika Serikat dan Rusia.

Mangalyaan sendiri diluncurkan dari pelabuhan antariksa Sriharikota di Teluk Bengal 5 November 2013 lalu dan tiba di Mars kurang dari setahun perjalanan.

Dengan demikian Mangalyaan bergabung dengan empat misi lainnya di sekitar planet yakni tiga misi Amerika Serikat, Maven, Mars Odyssey, dan Mars Reconnaissance Orbiter, dan satu milik Eropa Mars Express. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya