Berita

ilustrasi mh370 yang hilang/net

Dunia

Fase Terbaru Pencarian MH370 yang Hilang Dimulai di Samudera Hindia

SENIN, 06 OKTOBER 2014 | 12:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Fase terbaru pencarian bawah laut bagi pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang kembali dimulai sejak pagi ini (Senin, 6/10).

Australian Transport Safety Board (ATSB) menyebut, kapal pencari GO Phoenix telah tiba di area pencarian di Samudera Hindia.

GO Phoenix dan dua kapal lainnya akan melakukan pencarian di area yang telah dipetakan selama bulan ini. Kapal-kapal itu akan menggunakan penyapuan bawah laut dengan menggunakan sonar guna mendeteksi puing-puing pesawatberjensi Boeing 777-200ER itu di dasar laut.


Perlu dikabarkan kembali, pesawat Malaysia Airlines yang bertolak dari Kuala Lumpur menuju Beijing itu diketahui kehilangan kontak dengan pengebdali udara pda 8 Maret lalu di sekitar wilayah laut Malaysia dan Vietnam.

Transponder pesawat yang mampu mengidentifikasi lokasi juga dikabarkan tidak aktif sehingga pesawat tersebut sulit dideteksi lebih lanjut.

Pasca menghilang, setidaknya 14 negara mengerahkan kapal dan pesawatnya untuk mencari jejak pesawat tersbut di wilayah Laut China Selatan, wilayah laut selatan Vietnam, dan Semenanjung Malaysia. Pencarian kemudian diperluas ke Samudera Hindia setelah adanya sejumlah indikasi bahwa pesawat berbelok ke wilayah tersebut. Namun hingga akhir April lalu, tak satupun jejak pesawat ditemukan.

Upaya pencarian kemudian ditunda dan pemerintah Australia, yang memimpin tim pencari, melakukan survei di wilayah perairan untuk memetakan area pencarian yang baru. Sebuah kapal milik perusahaan survei asal Belanda Furgo terlibat dalam pemetaan topografi bawah laut. Untuk melakakukan pemetaan area pencarian fase kedua, pemerintah Australia dikabarkan menggelontorkan dana sekitar 60 juta dolar Australia.

Dalam pencarian fase kedua yang dimulai hari ini, selain kapal-kapal Fugo seperti Fugro Discovery dan Fugro Equator, juga terlibat kapal yang dipasok oleh pemerintah Malaysia GO Phoenix.

"Rencana saat ini membayangkan bahwa kita semakin progresif menyapu area pencarian prioritas kami sekitar satu tahun," kata perwakilan ATSB, Dolan kepada CNN.

Ia mengaku optimis pencarian terbaru bisa membuahkan hasil yang mengarah pada pemecahan misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.

"Kita telah memetakan detil. Kita bisa menderek peralatan sonar ke sekitar 100 meter dari dasar laut dengan keyakinan bahwa kita tidak akan mengalami hambatan yang tak terduga," sambungnya. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya