Berita

Politik

Lagi, Poltak Dimenangkan Poling Sebagai Calon Menteri ESDM

MINGGU, 05 OKTOBER 2014 | 15:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setelah 20 hari lakukan polling, situs beranilawanmafia.com yang dibuat oleh mahasiswa Indonesia di Singapura hari ini akhirnya resmi ditutup.

Polling digelar sejak tanggal 14 September 2014 telah dikunjungi sebanyak 155.477 kali, diikuti oleh 12.378 orang pemilih dan disebarkan 191 kali di twitter.

Secara khusus Polling dilakukan terhadap kandidat Menteri ESDM yang diyakini Rakyat (voters) sebagai kandidat yang paling berani melawan mafia. Polling ini menampilkan 4 kandidat menteri yang banyak diunggulkan media yaitu Arie Soemarno, Poltak Sitanggang, Karen Agustiawan dan Kurtubi.


Hasilnya, Poltak Sitanggang berhasil menempati posisi tertinggi sebagai kandidat Menteri ESDM yang paling berani melawan mafia dengan meraih persetujuan tertinggi dari 8662 orang. Urutan kedua ditempati oleh Karen Agustiawan dengan 3526 pemilih, diikuti Kurtubi dengan 103 pemilih dan Ari Soemarno dengan 87 pemilih. Sebelumnya, Poltak juga tertinggi di poling kabinetrakyat.org.

Poltak memiliki latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada. Poltak diyakini berani karena rekam jejaknya yang mampu membawa pengusaha nasional menang atas Kontrak Karya Rio Tinto. Ketua Komtap Mineral dan Pertambangan KADIN Indonesia serta Ketua Umum APEMINDO ini dikenal cukup nasionalis dan bercita-cita besar agar industri pertambangan dan Sumber Daya Alam di negeri ini bisa dikelola dengan baik dan dikuasai oleh bangsa Indonesia sendiri.

Pandangan publik terhadap Poltak ternyata berimbang dengan dukungan yang didapat Poltak dari berbagai kalangan. Terungkap lewat media antara lain dari kalangan UGM, seperti dari Anggota DEN (Dewan Energi Nasional) Tumiran, Kagama UGM, dari kalangan pengusaha petinggi KADIN yang juga bos Adaro Energy Boy Thohir, Ketua APBI (Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia) Bob Kamandanu, Mantan Vice Presiden IPTN Agus Suhartono serta pengusaha yang berada di bawah APEMINDO (Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia).

Sementara dari kalangan praktisi dan pengamat tambang datang dari Organisasi Pekerja Tambang SPARTAN, peneliti dari IMES Erwin Usman dan pengamat pertambangan dari Univ Jayabaya Igor Dirgantara.

Dari kalangan pasar modal sambutan positif datang dari Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia yang juga Sekjen Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia Haryajid Ramelan.[wid] 

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya