Berita

Peter Kassig/net

Dunia

Pekerja Bantuan AS Jadi Korban Terbaru Ancaman Eksekusi ISIS

SABTU, 04 OKTOBER 2014 | 10:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pekerja bantuan asal Amerika Serikat Peter Kassig menjadi tahanan terbaru yang diancam akan dibunuh oleh kelompok militan ISIS. Ia muncul dalam video yang sama di mana pekerja bantuan asal Inggris Alan Henning dieksekusi oleh ISIS.

Pria berusia 26 tahun itu muncul pada akhir video eksekusi Henning yang beredar pada Jumat (3/10). Militan ISIS yang berpakaian seba hitam usai mengeksekusi Henning menyebut, ISIS akan tetap menyerang warga Amerika Serikat selama negeri paman sam terus melakukan serangan yang menargetkan ISIS di Irak dan Suriah.

Beberapa jam setelah video tersebut muncul secara online, keluarga Kissig merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa mereka ikut berduka pada keluarga Henning. Keluarga juga meminta seluruh dunia untuk berdoa bagi keluarga Henning dan menuntut pembebasan Kassig dan orang-orang lainnya yang ditahan di Timur Tengah.


Pewakilan keluarga Kissig, dikabarkan ABC News, menjelaskan, Kassig adalah veteran tentara yang ikut terlibat dalam Perang Irak sebelum akhirnya mundur secara terhormat akibat alasan medis pada tahun 2007 lalu.

Kissig kemudian menjadi teknisi medis darurat dan relawan untuk memberikan bantuan medis di rumah sakit perbatasan di Lebanon pada tahun 2012. Ia membantu menangani pengungsi Palestina dan Suriah.

Pada tahun yang sama, Kissig juga membangun LSM bernama Special Emergency Response and Assistance (SERA) tiba-tiba memindahkan basis operasinya ke Turki. ia dikabarkan menyalurkan bantuan pasokan makanan dan medis ke kamp-kamp pengungsi perbatasan Suriah. Ia juga memberikan bantuan pemulihan trauma pada anak-anak.

Namun pada tahun 2013, ia diculik di tengah perjalanan menuju kota bagian timur Suriah untuk melakukan tugas SERA. Keluarga tidak mengabarkan hal itu kepada media dengan harapan agar Kissig dapat bebas dengan segera.

Sejauh ini, setidaknya ada empat orang warga negara asing yang dibunuh ISIS dalam video yang dirilis secara online dengan konsep yang sama. Mereka adalah jurnalis Amerika Seikat James Foley dan Steven Sotloff, serta pekerja bantuan asal Inggris David Haines dan Alan Henning.

Dalam setiap videonya, militan ISIS selalu menyampaikan pesan agar Amerika Serikat dan negara-negara lainnya menghentikan operasi penyerangan yang dilakukan di wilayah Irak dan Suriah demi meredam aksi ISIS. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya