Berita

jokowi/net

Politik

Tidak Mungkin Koalisi Merah Putih Konyol Bunuh Diri

KAMIS, 02 OKTOBER 2014 | 21:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Koalisi Merah Putih (KMP) yang solid memantapkan diri di luar pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebetulnya merupakan keuntungan bagi demokrasi Indonesia. Semua pihak sebaiknya jangan terlalu paranoid, seolah KMP akan melumpuhkan pemerintahan Jokowi-JK lewat parlemen.

Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), Dr. Andriansyah, saat diwawancara RMOL, Kamis sore (2/10).

"Saya melihat sisi positif dari KMP ini. Kalau mereka tetap konsisten di luar pemerintahan, artinya justru ada kontrol terhadap pemerintahan terpilih. Terjadi pembagian peran yang baik," terang Andriansyah.


Menurutnya, walau KMP menguasai kursi pimpinan dan menduduki mayoritas kursi di parlemen, mereka tidak akan berani berhadapan dengan kekuatan rakyat dengan cara menjegal program-program kerakyatan Jokowi-JK.

"Saya tidak yakin KMP ini diisi orang-orang bodoh yang tidak paham politik. Apalagi sampai ada ketakutan wujud neo-orde baru. Itu berlebihan, dan ongkos politiknya terlalu mahal buat mereka," ujar Wakil Rektor III di Universitas Moestopo itu.

Dia yakin, setiap elite parpol anggota KMP tetap memikirkan bagaimana citra partai mereka untuk memenangkan Pemilihan Umum lima tahun mendatang (2019).

"Saya tak yakin mereka akan konyol dan bunuh diri. Mereka kan orang-orang paham politik dan tata cara bernegara. Jadi, ini baik sebagai penyeimbang. Janganlah semuanya mau jadi pemerintah," kata Andri.[ald]



Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya