Berita

kampanye hentikan penyebaran ebola di Afrika Barat/net

Dunia

Australia Tambahkan Bantuan Dana Demi Tangani Ebola di Afrika Barat

KAMIS, 02 OKTOBER 2014 | 14:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Australia menambahkan bantuan dana sebesar 10 juta dolar Australia untuk membantu melawan penyebaran virus Ebola di kawasan Afrika Barat. Dengan demikian, total dana yang digelontorkan negeri kanguru untuk melawan virus yang telah menelan lebih dari 3 ribu jiwa mencapai 18 juta dolar Australia.

Menurut Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, tambahan itu diberikan untuk menanggapi permintaan PBB yang menyebut butuh tambahan 50 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan penangan Ebola sepanjang bulan depan.

"Pemerintah telah memperkirakan bahwa, pada tahap ini, kontrubusi finansial adalah cara terbaik dan terefisien bagi Australia untuk memberikan kontribusi cepat sebagai bentuk global mendukung layanan kesehatan di garis depan di negara-negara yang terkena dampak," kata Bishop dalam sebuah pernyataan (Kamis, 2/10).


Sementara itu kelompok bantuan dari partai oposisi Australia, The Doctors Without Borders telah meminta Australia untuk juga mengirimkan tim medis demi membantu memenuhi kekurangan dokter di Afrika Barat, lokasi terburuk yang terkena dampak penyebaran wabah.

Selain itu, badan amal Australia, Save the Children menyerukan agar pemerintah Australia mengikuti jejak Amerika Serikat dengan mengirimkan pasukan demi membantu mempercepat pembangunan fasilitas medis untuk menampung lebih banyak pasien Ebola yang masih banyak tak tertangani.

Namun Bishop, dikutip ABC News menegaskan bahwa Australia tidak memiliki kapasitas untuk mengevakuasi setiap warga Australia bila terinveksi virus tersebut. Dengan demikian pemerintah Australia, jelas Bishop, tidak akan mengirimkan pasukan kecuali mereka bisa dengan aman dievakuasi.

Bishop juga menyebut, Australia tidak memiliki pesawat yang cocok untuk mengevakuasi pasien Ebola. Bahkan jika Australia tetap kirimkan bantuan, waktu penerbangan dari Afrika Barat menuju Australia yang mencapai 30 jam dinilai terlalu lama untuk perawatan medis yang efektif. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya