Berita

Politik

Manuver PDIP Kandas, Pimpinan DPR Dipilih Malam Ini

RABU, 01 OKTOBER 2014 | 21:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rapat konsultasi DPR dengan perwakilan partai politik menyepakati agenda paripurna ke 2 dilanjutkan. Manuver partai pendukung Jokowi-JK yang dimotori PDIP agar paripurna yang salah satu agendanya memilih pimpinan DPR ditunda hingga besok kandas sudah.

"Sudah diputuskan paripurna sekarang. Sudah fix," ujar Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta sesaat lalu (Rabu, 1/10).

Paripurna, katanya, akan diupayakan untuk mencapai kata mufakat. Tapi jika tidak, maka akan berlanjut ke lobi dan berujung pada voting.  Jika voting terhadap jadwal pemilihan dilakukan maka hasilnya akan menang opsi paripurna pemilihan dilakukan malam ini.


Sebab hanya PDIP, PKB, Hanura, dan Nasdem yang ingin paripurna ditunda hingga besok, sementara ada Fraksi Partai Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PPP dan Demokrat yang menginginkan sebaliknya. Beredar kabar PDIP bermanuver menunda paripurna karena tahu kalau dilakukan voting kalah. Sementara kalau dilakukan besok maka setidaknya ada waktu untuk mencari dukungan suara dari fraksi lain.

Selain memilih pimpinan DPR, kata Syarief, agenda paripurna lainnya adalah pembentukan fraksi, dan penetapan fraksi di DPR RI.

Syarief katakan rapat konsultasi yang berlangsung sejak siang tadi berlangsong alot. Namun Demokrat sendiri, katanya, berpandangan sebaiknya pimpinan DPR sudah didapatkan malam ini juga.

"Memang penuh dinamika, tapi mudah-mudaha secepatnya selesai. Mudah-mudahan sesuai jadwal (malam ini)," paparnya.

Meski demikian, Syarief belum mau membeberkan paket pimpinan DPR yang diusung Demokrat bersama fraksi lain.

"Belum-belum, nanti saja di Paripurna," singkatnya.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya