Berita

ilustrasi migran/net

Dunia

40 Ribu Migran Meregang Nyawa di Tengah Perjalanan Mencari Suaka Sejak Tahun 2000

RABU, 01 OKTOBER 2014 | 14:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sedikitnya ada 40 ribu migran atau pencari suaka yang tewas dalam perjalanan untuk mencari perlidungan sejak tahun 2000 lalu.

Begitu bunyi laporan yang dirilis oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi atau IOM berjudul "Fatal Journeys-Tracking Lives Lost during Migration" awal pekan ini.

Dari total korban jiwa itu, lebih dari setengahnya, atau sekitar 22 ribu orang tewas ketika dalam perjalanan menuju Eropa, hampir 6 ribu lainnya tewas di sepanjang perbatasan Amerika Serikat-Meksiko. Sedangkan sekitar 3 ribu orang tewas dalam rute migrasu termasuk Gurun Sahara dan wilayah perairan Samudera Hindia.


"Ini adalah waktu untuk melakukan lebih dari pada menghitung jumlah korban. Ini adalah waktu bagi dunia untuk terlibat menghentikan kekerasan terhadap migran yang putus asa," kata Direktur Jenderal IOM William Lacy Swing.

Dengan isu serupa, kelompok HAM Amnesty International dalam laporan yang dirilis kemarin (Selasa, 30/10), menuding Uni Eropa telah memaksakan tes kelangsungan hidup pada para pengungsi dan migran. Hal itu merujuk pada penelitian soal korban tewas di wilayah Mediterania sepanjang tahun ini yang telah merenggut setidaknya 2.500 orang.

"Dengan tidak adanya rute yang aman dan teratur ke Eropa, mengambil resiko tenggelam di tengah Mediterania adalah harga yang harus dibayar oleh pengungsi dan migran demi mengakses suaka atau kesempatan kerja," kata laporan tersebut dikutip CNN.

Kelompok tersebut juga menyerukan agara Eropa berbuat lebih banyak untuk meredam angka kematian itu, mengingat konflik dan kerusuhan yang masih banyak terjadi di negara-negara Timur Tengah dan Afrika. Hal itu memicu lebih banyak orang yang memilih mengambil resiko dengan melakukan perjalanan berbahaya terutama melalui laut untuk mencari suaka atau perlindungan yang lebih aman. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya