Berita

kampanye stop menyebaran ebola di afrika barat/net

Dunia

Pasien Pertama Ebola di Amerika Serikat Diisolasi

RABU, 01 OKTOBER 2014 | 13:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mendiagnosa seorang pasien pertama yang mengidap virus Ebola di negara tersebut. Pasien itu kini tengah dirawat di rumah sakit Dallas.
 
Menurut keterangan direktur Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, Dr. Thomas Frieden pada Selasa (30/9), pasien itu merupakan pria yang baru tiba di Amerika Serikat pada 20 September lalu setelah bertolak dari Liberia sehari sebelumnya.

Ketika ia datang, ia tidak menunjukkan gejala penyakit Ebola. Namun empat hingga lima hari kemudian gejala tersebut muncul. Pria itu pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat secara terisolasi di Texas Health Presbyterian Hospital.


Akan tetapi dengan alasan privasi, tidak dilansir lebih jauh soal identitas pria tersebut atau bagaimana ia bisa terjangkit virus.

Frieden juga menolak menjawab pertanyaan soal apakah pasien tersebut warga negara Amerika Serikat atau warga negara asing.

"Pasien mengunjungi anggota keluarga dan tinggal dengan anggota keluarga yang tinggal di negara ini," katanya dalam sebuah konferensi pers dikutip BBC.

Ia menambahkan, pasien tersebut diyakini telah melakukan kontak fisik dengan orang lain sebelum virus tersebut menunjukkan gejalanya dan sebelum ia diisolasi. Karena itu Frieden dan timnya tengah menyelidiki siapa saja yang telah melakukan kontak dengan pasien tersebut, mengingat kekhawatiran akan penyebaran virus.

Bukan hanya itu, anggota kru yang memawa pasien ke rumah sakit juga diisolasi. Namun sejauh ini tidak satupun di antara mereka yang menunjukkan tanda-tanda Ebola sejauh ini.

"Ini adalah penyakit yang berat, yang memiliki tingkat kematian kasus yang tinggi, bahkan dengan perawatan terbaik," kata Frieden.

Diketahui, Ebola yang mewabah di kawasan Afrika Barat telah menelan lebih dari 3 ribu korban jiwa berdasarkan data badan kesehatan dunia WHO. Sejauh ini, tercatat telah ada lebih dari 6 ribu kasus Ebola secara keseluruhan. Virus tersebut diketahui mudah menulai melalui berbagai buangan tubuh. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya