Berita

kim jong-un/net

Dunia

Kim Jong-un "Menghilang", Rumor Operasi Pergelangan Kaki Hingga Kudeta Berkembang

RABU, 01 OKTOBER 2014 | 12:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un diketahui "menghilang" secara misterius dari sorotan publik sejak hampir sebulan terakhir. Ia tak terlihat di sejumlah rapat penting atau kegiatan publik di Korea Utara.

Rumor-rumor yang berkembang menyebut sejumlah kemungkinan mengenai alasan Kim Jong-un tak muncul di hadapan publik beberapa waktu terakhir.

Washington Post pada Selasa (30/9) merangkum sejumlah rumor yang berkembang. Beberapa di antaranya adalah Kim mengalami stroke, ada juga yang menyebut ia tengah dalam masa pemulihan dari operasi pergelangan kaki, bahkan berkembang pula rumor bahwa Kim dikudeta.


Surat kabar Korea Selatan Chosun Ilbo dengan meruju pada sumber yang tak disebutkan namanya mengabarkan, Kim mengalami retak di tulang kakinya. Ia menjalani operasi di Bonghwa Clinic, Pyongyang pada pertengahan September lalu.

Secara terpisah, surat kabar Korea Utara Rodong Shinmun baru-baru ini melaporkan bahwa Kim tengah sibuk mengunjungi berbagai fasilitas yang tengah dibangun di negara tersebut.

Sementara itu di micro-blogging Tiongkok, Weibo beberapa waktu terakhir ramai dengan rumor yang menyebut bahwa wakil Marshal Korea Utara yang sebelumnya diketahui telah meninggal dunia empat tahun lalu, Jo Myong Rok kembali muncul dan mengkudeta Kim.

Isu kudeta juga dibawa oleh seorang mantan duta besat Indonesia untuk Poladia, Hazairin Pohan.

"Pimpinan tentara Jendral Kim Young-nok langsung ambil alih negara dan mengeluarkan pengumuman penting. Pertama, Kim Jong-un bersalah karena menjadikan Korut negara dinasti dan ini tidak dibenarkan. Kedua, Kim Jong-un kini ditahan oleh militer karena kesalahan itu, dan pimpinan negara diambil tentara sementara. Ketiga, semua hukum Korut tidak berlaku, dan yang diberlakukan adalah hukum positif di Korsel," katanya dalam akun twitternya @hazpohan beberapa saat lalu (Rabu, 1/10).

Namun tak lama ia meralat nama pimpinan tentara Korea Utara yang melakukan kudeta adalah Myung Nok Cho dan bukan Kim Young-Nok. Akan tetapi ia tidak melansir lebih lanjut soal sumber informasi tersebut.

Sementara itu pejabat Amerika Serikat mengaku tidak mendapatkan informasi soal keberadaan Kim Jong-un.

"Saya hanya dapat mengatakan bahwa saya tidak memiliki konfirmasi dari laporan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki beberapa waktu lalu.

Bagaimanapun rumor-rumor tersebut berkembang, tidak ada satupun yang bisa diverifikasi kebenarannya saat ini, mengingat akses informasi ke Korea Utara tidak cukup terbuka. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya