Berita

khaerul wahidin/net

Dunia

Islam yang Digaungkan ISIS tak Ketemu Akar Sejarahnya

RABU, 01 OKTOBER 2014 | 12:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perkembangan kelompok militan ISIS yang masih terus bergerilya di wilayah Irak dan Suriah dengan dalih mendirikan kekhalifahan atau negara Islam merupakan fenomena nostalgia masa lampau yang diselewengkan.

"Dari sisi sejarah peradaban Islam, ide yang dibangun adalah sistem khalifah, tapi kalau melihat perkembangan politik Islam dari masa Rasulullah, tidak pernah ada sebuah sistem yang diberlakukan oleh nabi," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon Prof. Dr. Khaerul Wahidin kepada RakyatMerdekaOnline beberapa saat lalu (Rabu, 1/10).
 
Ia menjelaskan, pada masa Nabi, sistem yang dibangun cenderung adalah teokrasi. Kemudian pada masa Khulafaur Rasyidin, sistem berubah menjadi perwakilan (otokrasi). Hingga awal jaman modern yang ditandai oleh revolusi yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Atatürk pun, sambungnya, sistem khalifah tidak didirikan.


"Jadi kalau ISIS berangkat dari historis dengan dalih membangun khalifah dengan membawa doktrin Islam tidak ketemu akarnya," jelasnya.

Ia mengkritisi, nama Islam yang dibawa-bawa oleh ISIS melenceng dari nilai murni Islam soal membangun masyarakat yang makmur dan adil.

"Dari pemberitaan yang dimunculkan justru terlihat (ISIS) menyengsarakan," kata Khaerul.

Lebih lanjut ia mengapresiasi upaya internasional yang masih terus dilakukan untuk memberantas ISIS, baik melalui serangan udara ataupun bentuk dukungan lainnya. Namun ia masih mempertanyakan kepentingan yang dibawa, terutama oleh negara-negara Barat dalam memberikan dukungan tersebut.

"Apakah benar untuk menjaga perdamaian dunia dengan menumpas ISIS? Atau ada muatan-muatan kepentingan lainnya," tandasnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya