Berita

Instiawati Ayus

Wawancara

WAWANCARA

Instiawati Ayus: Ke Depan, Komunikasi Politik DPD-DPR Harus Lebih Harmonis

RABU, 01 OKTOBER 2014 | 07:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bursa calon Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) semakin sengit. Pasalnya mulai muncul calon-calon tangguh dari daerah-daerah. Berbagai visi-misi terus diusung para kandidat untuk menjadikan DPD lebih berperan lebih baik lagi.

Sebut saja Intsiawati Ayus. Se­nator wanita asal Riau yang telah menjabat selama dua periode ini ingin menjadikan DPD sebagai lembaga yang lebih maksimal dalam mewujudkan aspirasi dan kepentingan daerah.

“Seluruh anggota DPD harus ber­kerja keras agar para kon­stituen di daerah tidak merasa sia-sia dengan lembaga ini,” kata In­tsia­wati Ayus kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.


Seperti diketahui, bursa pe­mim­pin DPD sudah mulai ber­mun­culan seperti, Ketua DPD pe­tahana, Irman Gusman, Osman Sap­ta, Nono Sampono, GKR He­mas dan Intsiawati Ayus.

Pemilihan akan dilakukan pada tanggal 2-3 Oktober. Sesuai tra­disi, pimpinan lembaga tersebut ter­diri dari tiga senator dari tiga wilayah yang berbeda, yakni ba­rat, tengah dan timur.

Intsiawati Ayus selanjutnya me­ngatakan, sebagai senator  yang mendapat mandat langsung dari masyarakat, ada kewajiban mo­ral secara politik untuk ber­buat yang terbaik bagi daerahnya.

Berikut ini kutipan leng­kap­nya:

Apa alasan Ibu siap maju se­baga Ketua DPD?
Saya siap maju setelah saya me­mahami peran dan fungsi tu­gas sebagai anggota DPD. Saya me­miliki kewajiban moral politik untuk berbuat yang terbaik untuk daerah, sehingga para konstituen dapat bangga dan merasa tidak sia-sia memilih saya.

Dengan merebut posisi pim­pin­an DPD banyak visi saya ter­kait kemajuan DPD serta agenda ke­lem­bagaan tidak macet lagi dan da­pat diprioritaskan untuk ditun­tas­kan secara lebih efektif dan cepat.

Apa visi dan misi Anda dalam membangun DPD?
Saya ingin meningkatkan pro­duk­tifitas legislasi yang ber­kualitas dan menjaga agar setiap pro­duk RUU yang dihasilkan ti­dak bertentangan dengan ke­pen­tingan daerah.

Selama ini peran DPD ku­rang maksimal di banding DPR. Apa yang akan Anda la­ku­kan?
Saya akan memperjuangkan pemulihan hak konstitusi DPD secara penuh dan kedudukan DPD dalam kontek keta­ta­ne­garaan yang benar yaitu sebagai ke­kuatan penyeimbang di par­le­men nasional.

Bagaimana menjembatani hubungan DPR dan DPD yang kurang harmonis. Apa strategi ibu agar hubungan bisa ber­jalan dengan baik?
Kita harus mempunyai strategi yang jitu agar komunikasi politik terjadi secara harmonis sekaligus fleksibel serta lobby yang kon­sisten sehingga mampu menjalin kerjasama kelembagaan yang si­ner­gis sekaligus dapat meng­im­bangi jam terbang politik DPR. Kua­litas itu tidak dapat kami da­patkan dari pemimpin periode la­ma. Pimpinan adalah jubir dan wakil anggota.

Apa yang menjadi keung­gul­an antara senator laki-laki dan perempuan?
Senator perempuan adalah pu­teri-puteri daerah yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari kaum laki-laki dalam soal kon­sistensi dan dedikasi, karena kami harus ekstra keras bergulat dan berjuang menghancurkan banyak tembok dan dinding politik yang sebelumnya sudah terbuka lebar bagi kaum laki-laki. Jadi sungguh wajar jika kami mengambil ke­sempatan berkompetisi untuk tu­rut menentukan perjalanan lem­baga ini.

Apa saja prestasi Anda sehing­ga layak dipilih menjadi pim­pinan DPD?
Prestasi saya tercermin dari man­dat yang telah diberikan ke­pa­da saya. Saya pernah menjadi sek­retaris dalam upaya ko­mu­nikasi dengan DPR untuk mem­be­rikan penguatan kepada lem­baga DPD. Selama dua periode menjadi anggota DPD saya selalu menjadi pemimpin alat ke­leng­kapan DPD dan pernah menjadi wakil ketua Pansus Tatib DPD. Se­karang saya menjabat sebagai wakil ketua kelompok DPD.

Apa saja persiapan  agar bisa memenangkan per­ta­rungan pimpinan DPD?
Saya siap dengan segala kom­pe­tensi yang saya miliki. Saya juga sudah berkomunikasi de­ngan seluruh anggota DPD dan ma­yoritas mereka menginginkan ada­nya figur baru dan bisa ber­ko­munikasi baik dengan mitra DPD.

Harapan ibu terhadap pim­pinan DPD yang akan datang?
Memimpin perwakilan daerah di parlemen nasional jangan lagi untuk orientasi mengejar pen­citraan diri sendiri atau mem­perjuangkan diri dalam kontestasi partai politik. Pimpinan DPD ha­rus memiliki independensi yang tinggi karena memikul beban tanggung jawab sejarah republik ini yang didirikan oleh daerah-daerah. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Nyepi di Tengah Ramadan Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01

Bedah Trailer 'Spider-Man: Brand New Day', Mengungkap Daftar Pemain dan Kandidat Musuh Utama

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:49

Volume Kendaraan Tol Trans Jawa Naik Signifikan

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:47

Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek Berlanjut hingga Pagi

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:20

TNI Disarankan Ambil Alih Penanganan Kasus Andrie Yunus dari Kepolisian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:14

Inspirasi Ucapan Hari Raya Nyepi 2026 yang Penuh Kedamaian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:12

Dokter Tifa Bantah Rumor Temui Jokowi

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:47

Dampak Perang Iran, Bank Sentral UEA Gelontorkan Paket Penopang Likuiditas

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:46

Dugaan Perintah Atasan di Balik Teror Aktivis Harus Diungkap

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:25

Mudik Lebaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:08

Selengkapnya