Berita

ilustrasi/net

Dunia

Filipina Latihan Bersama dengan AS di Dekat Laut China Selatan

SENIN, 29 SEPTEMBER 2014 | 16:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan pasukan militer Filipina dan Amerika Serikat memulai latihan bersama di perairan dekat dengan wilayah Laut China Selatan yang disengketakan hari ini (Senin, 29/9).

Hampir 5 ribu pasukan Amerika Serikat dan dan Filipina berpartisipasi dalam latihan rutin tahunan yang digelar selama 11 hari di sejumlah wilayah seperti kepulayan Palawan, dekat dengan kepulauan Spratly, dan wilayah barat laut prvinsi Zambales dari pulau utama Luzon.

Latihan gabungan pasukan udara dan pasukan laut yang diberi nama "Philippine Bilateral Exercises" atau Phiblex itu akan difokuskan pada pengamanan maritim dan operasi pertahanan teritorial.


"Kami berharap mendapatkan teknik-teknik baru dari korps marinir AS," kata kepala urusan publik militer Filipina, Kapten Reyson dikutip Asia One.

"Jika mereka memiliki doktrin baru, kita akan dapat belajar dari mereka," sambungnya.

Selain itu dua kapal amfibi Amerika Serikat yakni USS Peleliu dan USS Germantown juga dilibatkan dalam latihan tersebut.

Selain melakukan simulasi serangan perahu dan serangan pantai, pasukan juga akan menampilkan api hidup di udara serta manuver armor mekanik serta terjun payung.

"Latihan pelatihan lapangan akan memberikan unit kelautan Filipina dan AS beberapa peluang untuk terus meningkatkan keterampilan mereka sambil berbagi praktik terbaik," kata kedutaan besar Amerika Serikat bagi Filipina dalam sebuah pernyataan.

Filipina diketahui bersengketa dengan Tiongkok atas wilayah Laut China Selatan yang disebut-sebut kaya energi yang bisa menghasilkan keuntungan sekitar 5 miliar dolar AS setiap tahunnya. Wilayah Spratly di Laut Cina Selatan yang juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

Latihan tahunan antara pasukan Filipina dan Amerika Serikat digelar setiap tahunnya di bawah Mutual Defence Treaty (MDT) tahun 1951 yang merupakan bagian dari jaringan persekutuan keamanan Amerika Serikat yang dibangun di kawasan Asia Pasifik selama Perang Dingin. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya