Berita

Dunia

Pembunuh Imam Besar Xinjiang Dijatuhi Hukuman Mati

SENIN, 29 SEPTEMBER 2014 | 14:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan Tiongkok menjatuhi hukuman mati pada dua orang tahanan dan hukuman seumur hidup pada seorang tahanan lainnya atas kasus pembunuhan imam di wilayah Xinjiang Tiongkok pada Minggu (28/9).

Ketiganya yang diduga merupakan bagian dari kelompok ekstrimis Islam melakukan serangan dangan pisau dan kapak kepada seorang pempin muslim ternama pro pemerintah dari etnis Uighur Juma Tayir pada akhir Juli lalu. Ia merupakan pemimpin sholat atau imam masjid terbesar Tiongkok di Zinjiang.

Pada saat kejadian, dua orang penyerang telah ditembak mati polisi, sedangkan seorang lainnya bernama Nurmemet Abidili ditangkap. Abidili kemudian memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan dua orang lainnya, Gheni Hasan dan Atawulla Tursun.


Abidili dan Hasan dijatuhi hukuman mati karena tuduhan membentuk dan memimpin kelompok teroris dan melakukan pembunuhan.

Di kursi pesakitan Hasan menyebut bahwa dirinya dipengaruhi oleh ekstrimis religius yang melatih anggotanya untuk membunuh tokoh agama.

Sementara itu, dikabarkan Reuters, Tursun harus menghabiskan sisa waktunya di balik jeruji besi karena dinilai berpartisipasi dalam kelompok teroris dan pembunuhan.

Xinjiang yang merupakan rumah bagi kelompok muslim Uighur diketahui telah menghadapi kekerasan selama beberapa tahun terakhir terlebih karena adanya tudingan pemerintah Tiongkok bahwa bagian dari kelompok itu merupakan separatis yang hendak mendirikan negara sendiri yang disebut dengan Turkestan Timur.

Imam Tayir yang menjadi korban pembunuhan itu sendiri dikenal merupakan sosok yang kontroversial di kalangan kelompok Uighurs yang kerap mendukung pemeirntah Tiongkok. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya