ilustrasi/net
ilustrasi/net
Pidana tambahan itu adalah pencabutan hak politik terhadap terdakwa Yesaya Sombuk. Sebelumnya, Jaksa pada KPK sudah pernah menuntut pidana tambahan ini kepada terdakwa koruptor lain seperti Luthfi Hasan Ishaaq (eks Presiden PKS) dan Anas Urbaningrum (eks Ketua Umum Partai Demokrat). Namun untuk Anas, majelis hakim menolak mengabulkan tuntutan tambahan itu.
"Menuntut majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana tambahan berupa pencabutan hak-hak tertentu untuk dipilih dalam jabatan publik," kata Jaksa KPK, Haerudin, saat membacakan surat tuntutan Yesaya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/9).
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Senin, 06 Juli 2026 | 18:36
Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59
UPDATE
Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14
Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02
Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35
Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33
Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24
Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11