Berita

demo berujung kekerasan yang terjadi akhir pekan lalu di hong kong/net

Dunia

Lanjutkan Aksi, Demonstran Pro-Demokrasi Hong Kong Blokir Jalan di Jam Sibuk

SENIN, 29 SEPTEMBER 2014 | 10:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Demonstran pro-demokrasi masih terus melakukan aksinya dengan turun ke jalan dan berorasi di gedung-gedung pemerintahan hari ini (Senin, 29/9). Pagi tadi pendemo yang didominasi oleh mahasiswa dikabarkan mendatangi pusat keuangan Hong Kong di jam-jam sibuk serta memblokir jalan di pusat bisnis.

Kendati telah ada seruan agar kembali ke rumah oleh Kepala Eksekutif Hong Kong C.Y. Leung, menyusul aksi demo berujung kekerasan yang menyebabkan 38 orang terluka akhir pekan kemarin, namun para pendemo bersikukuh melanjutkan aksinya. Leung menyebut, polisi telah sebisa mungkin manahan diri dalam menangani para demonstran.

Diketahui, sepanjang akhir pekan kemarin, ratusan mahasiswa melakukan aksi boikot serta unjuk rasa di gedung-gedung pemerintahan. Mereka memprotes campur tangan lebih jauh Tiongkok pada pemerintahan Hong Kong. Hal itu merujuk pada keputusan Tiongkok yang memungkinkan hanya kandidat yang telah diuji oleh Beijing yang bisa mengikuti pemilihan umum kota untuk memperebutkan posisi kepala eksekutif yang merupakan posisi tertinggi sipil di Hong Kong. Mereka menyebut, keputusan itu mengingkari janji pemerintah pusat Tiongkok untuk memerikan masa depan politik Hong Kong. Pemilihan umum pertama itu sendiri akan digelar pada tahun 2017 mendatang.


Juru bicara feredasi mahasiswa Hong Kong yang terlibat dalam aksi, Yvonne Leung menyebut dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya menuntut C.Y Leung dan tiga politisi lainnya yang bekerja untuk reformasi politik untuk mengundurkan diri. Bila hal itu dipenuhi, pihaknya berjanji untuk menghentikan aksi. Namun hingga hari ini, tuntutan tersebut belum juga dipenuhi.

C.Y. Leung menuturkan kepada CNN bahwa apa yang disuarakan pendemo tidak berdasar. Ia menilai, para pendemo terlalu sempit melihat proses pencalonan untuk pemilihan tahun 2017 itu.

"Kami bahkan belum mulai membahas aspek rinci tetapi penting dari proses pencalonan bagi bakal calon kepala eksekutif kota," katanya.

"Ini akan menjadi subyek dari konsultasi publik yang akan diluncurkan segera dan yang pada akhirnya akan mengarah pada undang-undang yang memungkinkan pada perubahan metode pemilihan untuk pemilihan 2017," tandasnya.

Aksi unjuk rasa akhir pekan itu diwarnai dengan kekerasan di mana pendemo melempari gedung dengan batu dan dibalas dengan semprotan gas air mata ataupun merica dari polisi. Selain itu sebanyak 78 pendemo diamankan oleh polisi.

Namun dalam aksi yang digelar hari ini, demonstan agknya lebih siap dengan mengenakan kacamata dan membawa payung atau jas hujan demi melindungi diri bila kembali terjadi semprotan gas air mata dari polisi. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya