Berita

Dome of Rock, salah satu tempat yang biasa dikunjungi wisatawan asing di Kota Tua Yerusalem/net

Dunia

Konflik 50 Hari di Gaza Hantam Pariwisata Israel

SENIN, 29 SEPTEMBER 2014 | 09:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Konflik bersenjata selama 50 hari yang terjadi antara Israel dan kelompok Gaza antara bulan Juli hingga Agustus lalu bukan hanya menyisakan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di wilayah Gaza, melainkan juga menghantam perkembangan industri pariwisata Israel.

Pasalnya, sejak serangan udara dilancarkan Israel ke wilayah Gaza, wisatawan secara massal meninggalkan Israel ataupun membatalkan rencana perjalanan ke Israel. Hal itu diperkirakan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dolar AS.

"Tantangan kita adalah bagaimana mencegah agar tidak ada lebih banyak pembatalan lagi. Meskipun sebulan pasca perang berlalu, masih ada gambaran di benak para wisatawan bahwa tidak aman untuk melakukan perjalanan di sini," kata seorang anggota Israel Incoming Tour Operators Association, Oded Grofman dikutip Associated Press (Minggu, 28/9).


Diketahui Israel mulai melancarkan serangan roket ke wilayah Gaza pada 8 Juli lalu yang kemudian dibalas oleh kelompoh Hamas di Gaza. Serangan yang menyisakan 2.100 korban jiwa dari kubu Palestina dan 72 jiwa dari kubu Israel itu baru berakhir pada 26 Agustus dengan perjanjian gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas.

Menurut catatan, serangan roket yang dibalas oleh Hamas ke wilayah Israel tidak satupun mengenai lokasi-lokasi pariwisata, karena Israel kerap kali berhasil menghalau serangan roket berkat sistem Iron Dome yang dimilikinya. Akan tetapi, di tengah konflik, tercatat salah satu roket dari Hamas sempat berhasil mendarat di dekat bandara internasional Israel. Akibatnya, aktivitas penerbangan sempat ditunda selama 48 jam. Selain itu, akibat konflik yang terjadi, sejumlah maskapai penerbangan internasional juga ada yang menghentikan sementara operasi penerbangan dari dan ke Israel mengingat alasan keamanan.

Sebelum konflik terjadi, Israel telah menargetkan tahun ini sebagai tahun untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Diketahui, pasca intifada terakhir yang dilakukan Palestina hampir satu dekade terakhir, Israel mulai membenahi sektor pariwisatanya. Pada tahun 2013 lalu saja, misalnya, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Israel mencapai angka 3.6 juta. Industri pariwisata Israel, diperkirakan meraup 5 triliun dolar AS dan menyediakan lebih dari 110 ribu lapangan pekerjaan di negara tersebut.

Namun, akibat konflik 50 hari, jumlah wisatawan asing yang datang ke Israel menurun drastis mencapai 31 persen bila dibandingkan dengan tahun 2013 lalu.

Pada bulan agustus saja, misalnya, jumlah wisatawan asing menurun hingga 36 persen bila dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun lalu. Jumlah wisatawan asing yang datang ke Israel di bulan itu merupakan yang terendah sejak Februari 2009 lalu.

Dampaknya, Kementerian Pariwisatan Israel diprediksi kehilangan lebih dari 544 juta dolar AS.

Bukan hanya itu, terganggunya sektor pariwisata juga mengganggu mata pencaharian para pedagang di tujuan wisata.

"Ketika Perang Gaza dimulai, kami menurun," kata salah seorang pedagang di Kota Tua Yerusalem Kevork Kahvedjian.

Ia menekankan, ia mengalami kerugian hingga 90 persen.

"Tidak ada seorang pun. Seolah-olah sedang diberlakukan jam malam atau apapun," tandasnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya