Berita

Hukum

Proses Lelang 100 ATM Bank DKI Sesuai Aturan

MINGGU, 28 SEPTEMBER 2014 | 23:06 WIB | LAPORAN:

RMOL. Satu demi satu fakta dalam perkara dugaan korupsi pengadaan ATM Bank DKI terkuak. Salah satunya mengenai adanya persetujuan penempatan 100 ATM Bank DKI dari Bank Indonesia, meski sempat melalui revisi.

Fakta itu diutarakan oleh Ketua Tim Lelang Pengadaan 100 ATM Bank DKI Budi Mulio. Dia mengatakan itu saat memberikan keterangan di persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta baru-baru ini.

Kata Budi, pihaknya ‎telah melaporkan dua kali hasil evaluasi tim perencanaan Internal Bank DKI kepada Bank Indonesia sebagai otoritas perbankan di Indonesia.‎


"Kita laporkan ke Bank Indonesia pada surat pertama, kita revisi lokasi-lokasi tersebut, kita laporkan lagi ke Bank Indonesia dan sudah disetujui sebelum pelelangan," kata dia.

Budi juga menjelaskan jika Bank DKI gagal melaksanakan rencana pengembangan layanan ATM yang telah disetujui oleh BI. Imbasnya, Bank DKI akan mendapatkan sanksi berat dari BI.

"Maka resikonya bank DKI dapat diberikan sanksi operasional oleh Bank Indonesia dan menurunkan reputasi perbankannya sekaligus meningkatkan risiko bank secara umum,” urainya.

Budi mengaku tak tahu alasan tersendatnya pembayaran yang dilakukan oleh bank DKI kepada PT KSP. Dia bilang, tugasnya hanya melakukan pembayaran.

“Kalau sampai ke meja saya, ya saya bayar kalau tidak, saya tidak tau kenapa dan alasan apa dan memang pembayaran terakhir baru dilakukan pada bulan Mei untuk pembayaran Februari 2011," terang dia.

Akibat keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh Bank DKI tersebut menyebabkan pembayaran terhadap vendor-vendor yang dilakukan oleh PT KSP pun mengalami keterlambatan, salah satunya mitra PT. ISO. Hal inilah yang membuat Komisari Utama PT ISO pun menanyakan langsung mengenai hal itu kepada pihak Bank DKI.

Sementara itu, Dirut PT. ISO, Lily Suliandri mengakui‎ adanya pertemuan antara komisaris PT ISO Rudi Ramly ( Eks Dirut Bank Bali ) dengan Direktur Operasional Bank DKI Ilhamsjah Junus. Pertemuan, untuk menanyakan perihal keterlambatan pembayaran bank DKI kepada PT ISO.

“Kami diinformasikan pembayaran terjadi keterlambatan ke PT ISO karena sudah beberapa bulan pembayaran PT Bank DKI juga tersendat, untuk itu kami meminta waktu pertemuan antara Pak Rudy Ramli dan dir operasional pak Ilham untuk mengonfirmasi situasi tersebut dan ternyata memang begitu adanya setelah itu kami bersedia menunggu,” kata Lily.

Dalam kesaksiannya Lily Suliandari pun menyatakan bahwa yang menjadi dasar acuan kerjasama antara perusahaan tempatnya berkerja dengan PT KSP bukan lagi berdasarkan kepada surat perintah kerja melainkan nota kesepakatan kedua belah pihak.

"Kerjasama dengan PT KSP dasar awalnya adalah SPK tapi terus kami lakukan revisi sesuai hak dan tanggung jawab masing-masing pihak yang dituangkan dalam Nota Kesepakatan pada bulan February 2010,” kata Lily.

Saksi Lily pun menegaskan bahwa dalam Nota kesepakatan tersebut beberapa hal di antaranya mesin ATM, jaminan SLA 97 persen serta pembayaran denda dan pekerjaan monitoring yang menjadi pekerjaan utama PT KSP ke PT Bank DKI tidak masuk di dalamnya. Pembayaran pun berbeda dengan PT Bank DKI ke KSP di akhir bulan, PT ISO menerima pembayaran disetiap awal bulan sebelumnya. [sam]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya