Berita

As'ad Said Ali/net

Politik

Waketum PBNU Bantah Pandangan Anis Matta Tentang Pembelahan Politik

SABTU, 27 SEPTEMBER 2014 | 12:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tidak sepenuhnya benar pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta bahwa ada pembelahan pandangan politik yang begitu tajam setelah Pilpres 2014.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), As'ad Said Ali, kepada , usai peluncuran buku karyanya yang terbaru berjudul "Al Qaeda: Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya", di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat malam (26/9).

Beberapa kali Anis Matta menyatakan, pembelahan Koalisi Merah Putih dan Koalisi Jokowi-JK adalah pembelahan Konservatisme dan Liberalisme. Koalisi Merah Putih, menurut Anis, adalah kelompok dengan pandangan konservatif. Sementara Koalisi Jokowi-JK adalah kelompok yang berpandangan liberal.


Pandangan itu menurut As'ad tidak benar. Dia mencontohkan di Koalisi Jokowi-JK ada PDI Perjuangan yang merupakan kelompok nasionalis, namun bisa bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang cenderung konservatif.
 
Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara ini mengatakan, polarisasi seperti itu akan berlangsung temporer dan tidak lama lagi akan hilang.

"Desember ini (polarisasi) sudah selesai," sebutnya.

As'ad menilai, sejauh ini semua pihak di masing-masing kubu selalu membicarakan kepentingan bangsa. Dalam hal ini, Partai Golkar yang berada di Koalisi Merah Putih pun masih bisa berubah posisi dengan masuk ke dalam pemerintahan Jokowi-JK.

"Golkar itu tidak mau di luar pemerintahan terus kan. Indikasinya sudah kelihatan," ucapnya.

Dia menyangkal ada pembelahan-pembelahan ideologi dalam peta politik setelah Pilpres ini. Dia mencontohkan bagaimana PKS yang berlatar ikhwanul muslimin sangat berbeda dengan Gerindra dan Golkar namun bisa menyatu dalam koalisi politik.

"Tidak ada ideologilah. Bahkan itu koalisi yang tidak punya ideologi, hanya kepentingan yang ada dan tidak lebih dari itu. Tidak ada di antara mereka yang ideologi sentris, mungkin kecuali PKS yang agak ideologis," tandasnya. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya