Berita

ilustrasi/net

Politik

Pendukung Jokowi Janji Hadang Kepulangan SBY di Bandara Halim

Kasih Penghargaan "Bapak Anti Demokrasi"
SABTU, 27 SEPTEMBER 2014 | 11:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) akan menghadang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bandara Halim Perdana Kusumah setibanya SBY di Tanah Air pada Selasa pekan depan setelah lawatan luar negeri terpanjang dan terakhirnya sebagai Presiden.

Penghadangan terhadap SBY untuk menyerahkan penghargaan "Bapak Anti Demokrasi" setelah partainya menjadi faktor penentu mengapa Pilkada lewat DPRD berhasil disahkan oleh Koalisi Merah Putih di DPR RI.

"Prestasi SBY sungguh monumental, berhasil memberangus aspirasi politik rakyat. Maka SBY layak diberi penghargaan Bapak Anti Demokrasi," ujar Ketua Umum Bara JP, Sihol Manullang, lewat rilisnya, Sabtu (27/9).


Bahak tak berhenti disitu, Sihol mengungkapkan, Bara JP akan mengadukan SBY ke Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan tujuan menjegal niat SBY menjadi calon Sekjen PBB.

"Dunia akan bertambah kacau kalau seorang anti-demokrasi menjadi Sekjen PBB," tambahnya.

Bara JP mengimbau masyarakat agar membantu Bara JP menghadang SBY, dengan datang berduyun-duyun ke Bandara Halim.

"Dengan risiko apa pun kami sudah siap. Ketua DPP Bara JP Bidang Aksi, Syafti Hidayat akan menjadi koordinator lapangan," jelas Sihol.

Syafti Hidayat menegaskan, kalangan anti Orde Baru yang kini sebagian besar bermetamorfosa menjadi pendukung perubahan melalui Jokowi-JK, hendaknya beramai-ramai menghadang SBY di Bandara Halim.

"Kita sudah lama tak turun, karena musuh kita tidak jelas. Tetapi sekarang, musuh kita yang sesungguhnya adalah SBY. Kita lawan lawan SBY, kita beri penghargaan," tegas Syafti.

Syafti meminta seluruh penduduk Jakarta untuk datang beramai-ramai ke Bandara Halim. Kapan waktunya, agar masyarakat memantau melalui berita pers dan media sosial.

"Hanya satu kata, lawan. SBY pembunuh aspirasi politik rakyat. Setelah menerima penghargaan, lebih baik dia melancong lagi saja," kata Syafti. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya