Berita

ramadhan pohan/net

Politik

UU PILKADA

Tak Terima Jadi Bulan-bulanan, Demokrat Jelaskan Kronologi Sebelum Walk Out

SABTU, 27 SEPTEMBER 2014 | 09:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Fraksi Partai Demokrat jadi bulan-bulanan karena meninggalkan ruang sidang (walk out) ketika voting RUU Pilkada akan dilakukan. Hal itu dianggap sebagian kalangan menjadi sebab gagalnya mekanisme Pilkada Langsung dipertahankan dalam UU yang baru.

Namun, fungsionaris Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Ramadhan Pohan, punya cerita yang beda. Dia sendiri yang mengalami betapa peliknya lobi politik di DPR saat itu mengatakan, peristiwa itu memang sangat emosional. Dan dia tegaskan, peristiwa itu tidak berdiri tunggal.

"Peristiwa dinihari di parlemen pada 26 September itu tidak berdiri tunggal, ada banyak peristiwa dan hal yang mengikuti di sana. Jadi, interpretasinya cukup majemuk," kata Pohan dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/9).


Lanjut dia, fakta-faktanya adalah Partai Demokrat sampai detik ini masih berpikir opsi "Pilkada Langsung dengan 10 perbaikan" adalah yang terbaik. Kalau proses politik akhirnya mengatakan hal beda, Demokrat tak bisa berbuat banyak.

"Usulan ini bukan turun dari langit, tapi sudah kajian mendalam. Pilkada langsung dengan 10 perubahan sudah kami perjuangkan sejak Panitia Kerja DPR, tapi tidak ada yang menerima, bahkan kami gagal membawakan itu sebagai agenda voting," terangnya.

Dia katakan bahwa pada saat rapat paripurna, Demokrat langsung menggebrak dengan meminta seluruh anggota parlemen untuk pertimbangkan dan setuju opsi "Pilkada langsung dengan 10 perbaikan" itu masuk ke dalam voting. Faktanya, tidak ada satupun anggota DPR yang mendukung.

"Pimpinan sidang malah mengatakan, voting ada dua opsi saja, Pilkada langsung dan atau melalui DPRD. Kemudian drama empat jam lobi yang dilakukan Demokrat gagal melahirkan dukungan, 'Koalisi Merah Putih' menolak mentah dan 'Koalisi Merah' tak ada mendukung," ujarnya merujuk pada dua kubu di DPR kala itu.

Setelah menemui kegagalan terus menerus dalam lobi, Ketua Fraksi Demokrat akhirnya mengambil kesimpulan bahwa kerja keras Demokrat tak dianggap oleh seluruh anggota DPR. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya