Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

Mbak Rachma: Peringatan KSAD Tentang Intervensi Asing Sudah Tepat

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014 | 13:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setidaknya sudah tiga kali dalam sebulan terakhir Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Gatot Nurmantyo, meminta warga Indonesia, terutama kelompok mahasiswa, mewaspadai intervensi asing terhadap Indonesia.

Tiga kali permintaan waspada akan intervensi asing itu dilontarkan Jenderal Gatot di depan mahasiswa. Pertama, di depan mahasiswa saat mengisi kuliah umum di Universitas Sumatera Utara, kedua kali kala mengisi kuliah umum di Gedung Graha Saba Universitas Gajah Mada, dan terakhir kemarin saat mengumpulkan aktivis BEM se-Indonesia di Markas Kopassus, Cijantung.

Inti dari beberapa pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo adalah, saat ini Indonesia sedang menghadapi Proxy War (perang boneka), yang tanpa disadari bisa melemahkan kedaulatan NKRI . Indonesia jadi incaran karena masih memiliki begitu banyak sumber daya alam.  Menurut Gatot, kehadiran bangsa asing di Indonesia pun merusak semangat dari kaum muda. Ia juga mengingatkan bagaimana perang modern yang dimainkan negara berkuasa melakukan adu domba terhadap negara-negara lemah.


Mengenai peringatan dari KSAD itu, tokoh politik nasional, Rachmawati Soekarnoputri, menyambut baik.

"Peringatan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo di depan BEM se-Indonesia soal adanya intervensi asing adalah sangat tepat dengan kondisi Indonesia saat ini menjelang pelantikan presiden," terang Rachmawati dalam keterangan singkat yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Jumat, 26/9).

Putri Bung Karno yang akrab disapa dengan Mbak Rachma itu sebelumnya sudah berulangkali menyampaikan hal serupa, bahwa Indonesia sesungguhnya sudah menyerahkan kedaulatannya ke tangan asing lewat kaki tangan kaum kapitalis pada proses dan hasil pilpres yang lalu.

"Sudah saatnya mahasiswa dan seluruh anak bangsa yang cinta Tanah Air melakukan bela negara, menyelamatkan bangsa dan rakyat dari penjajahan asing," seru Mbak Rachma. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya