Berita

presiden sby/net

Politik

SBY: Saya Kecewa, Berat Bagi Saya Menandatangani UU Pilkada

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014 | 13:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku kecewa dengan hasil rapat paripurna DPR RI yang akhirnya memutuskan pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Dalam pernyataan yang disampaikan Presiden SBY kepada wartawan Indonesia di Hotel Willard Intercontinental, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis malam (26/9) waktu setempat atau Jumat (27/9) pagi di Indonesia, SBY menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah mundur dalam demokrasi.

"Saya kecewa dengan hasil proses politik yang ada di DPR RI. Meskipun saya menghormati proses itu sebagai seorang demokrat, tapi saya kecewa dengan proses dan hasil yang ada," kata Presiden SBY, dikutip dari presidenri.go.id.


Menurut Presiden, UU Pilkada yang baru saja disahkan oleh DPR berkonflik dengan undang-undang lainnya, misalnya dengan UU tentang DPRD. Dalam undang-undang tersebut ditegaskan bahwa DPRD tidak berwenang memilih kepala daerah, apakah itu gubernur, bupati, atau walikota. Seharusnya, lanjut SBY, UU Pilkada yang berisikan pilkada tidak langsung tersebut tidak bisa dieksekusi.

"Berat bagi saya menandatangani UU Pilkada yang memutuskan pilkada melalui DPRD kalau masih punya konflik dengan UU lain," ujar Presiden SBY.

SBY masih menunggu laporan situasi yang terjadi di DPR dalam proses pengambilan keputusan terhadap UU Pilkada tersebut, dan akan memberikan tanggapan lebih lengkap lagi sesudah itu. SBY berharap capaian demokrasi di Indonesia selama satu dekade ini tidak mengalami kemunduran hanya karena pemilihan kepala daerah secara tidak langsung atau melalui DPRD.

"Saya pribadi tidak ingin ada kemunduran. Di era kepresidenan saya, sebetulnya selain presiden dan wapres dipilih langsung, juga bupati, wali kota, dan gubernur. Itu pilihan saya, saya tidak pernah berubah," tegasnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya