Berita

Relawan Laporkan Sengketa Lahan Telukjambe ke Jokowi

KAMIS, 25 SEPTEMBER 2014 | 15:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden terpilih Jokowi diminta serius mengatasi konflik pertanahan yang kerap membuat rakyat menjadi korban. Relawan pendukung Jokowi saat pilpres lalu, Laskar Rakyat Jokowi (LRJ), menyebut ada ribuan kasus konflik pertanahan terjadi di berbagai daerah di Indonesia yang hingga kini belum terselesaikan.

"Kami telah meminta Pak Jokowi agar memperhatikan dan membela rakyat petani yang menjadi korban penzaliman oleh mafia properti," ujar Ketua Umum Nasional LRJ, Riano Oscha, usai bertemu Jokowi di Balaikota Pemprov DKI (Rabu, 24/9).

Dikatakan dia, konflik pertanahan yang dilaporkan kepada Jokowi perlu segera diselesaikan adalah konflik pertanahan di Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, dimana tanah milik petani telah diserobot oleh PT. Sumber Air Mas Pratama (SAMP), anak usaha PT. Agung Podomoro Land (APL).


Menurut dia, kerugian yang dialami petani di Telukjambe, sudah tidak bisa ditolerir lagi. Dengan dalih eksekusi putusan pengadilan, SAMP dan APL merampas hak rakyat setempat atas tanahnya dan mengusir mereka dari lahan miliknya dengan menggunakan lebih dari 7 ribu personel Brimob.

Padahal, putusan pengadilan tersebut hanya memenangkan 48 warga dengan luas tanah sekitar 65 hektare, namun yang dieksekusi atau dirampas tanahnya mencakup 350 hektare.

"Petani dizalimi, dikorbankan dan dirampas tanah oleh mafia properti, namun luput atau bahkan diabaikan oleh pemerintahan SBY," paparnya.

Riano mengaku sudah mengirim surat kepada Kepala BPN Kanwil Jawa Barat dan Kepala BPN Pusat supaya menghentikan proses sertifikasi HGB tanah di lokasi sengketa di Telukjambe karena masih dalam sengketa di pengadilan. Apalagi banyak warga sudah memiliki sertifikat hak milik.

Berkaitan dengan pengerahan dan penggunaan aparat Brimob untuk mengeksekusi dan bahkan menjaga tanah sengketa, Riano mengatakan pihaknya telah meminta Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman untuk segera menarik pasukan Brimob dari lokasi tersebut. Riano mendesak Kapolri untuk bersikap netral dalam persoalan sengketa tanah antara warga pemilik tanah dengan PT SAMP.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya