Berita

Hidayat Nur Wahid

Wawancara

WAWANCARA

Hidayat Nur Wahid: Tak Mungkin Hanya PKS & Gerindra Yang Tinggal Di Koalisi Merah Putih

KAMIS, 25 SEPTEMBER 2014 | 07:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Koalisi Merah Putih tetap solid meski Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Emron Pangkapi dan Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo menghadiri Rapat Kerja Nasional PDIP, di Semarang.

“Mereka sudah menyampaikan si­kapnya secara terbuka bahwa kehadirannya hanya menyam­bung tali silaturahmi. Tidak akan keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP),’’ kata Ketua Fraksi PKS DPR, Hidayat Nur Wahid, kepada Rakyat Merdeka, yang dihubungi via telepon.

Anggota Majelis Dewan Syuro PKS itu yakin PPP dan PAN tetap berada di KMP.


“Kehadiran mereka di Ra­kernas PDIP itu memang tidak dipolitisasi, tapi mereka tidak akan meninggalkan kami. Kami tetap solid,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa tidak khawatir mereka bergabung dengan PDIP?
Tidak. Kami yakin partai yang tergabung dalam KMP tetap solid dan berjalan bersama. Belaka­ngan ini kan banyak yang mem­politisasi bahwa sudah 80 persen ada partai dari KMP yang akan bergabung dengan PDIP. Seakan tinggal PKS dan Partai Gerindra. Itu kan tidak mungkin.

Sebab, kenyataannya itu hanya­lah angin lalu. Kami tetap be­kerja sama dan terus menyalur­kan ide-ide untuk membangun bangsa.

Tapi komunikasi kerap dila­kukan dengan parpol pen­dukung Jokowi-JK?

Komunikasi dalam kepartaian bisa saja dilakukan, dengan indi­vidu-individu anggota partai. Seperti saya yang biasa bertemu dengan pimpinan teras PDIP. Kami melakukan dialog dan ber­debat. Karena berpolitik bukan menjadi sarana permusuhan meskipun berbeda pendapat. Sistem demokrasi memungkinan siapapun untuk berbeda pendapat.

O ya, Partai Demokrat berbeda sikap dengan KMP mengenai RUU Pilkada, ini bagaimana?
Sikap Partai Demokrat itu be­lum final. Sebab, kader Demokrat di DPR banyak yang mendukung pilkada melalui DPRD.

Selain itu, meski Demokrat ti­dak sejalan dengan KMP, mereka juga tidak berada dalam koalisi PDIP.

Pemilihan kepala daerah melalui DPRD kurang populer di masyarakat, tanggapan Anda?
Populer dan tidak populer ukurannya belum jelas. Dalam pengambilan kebijakan, kami tidak mengedepankan itu. Me­lain­kan dari effect yang dicip­takan dari kebijakan tersebut. Kami tegaskan bahwa PKS dan partai-partai yang ada di KMP akan tetap menyuarakan pilkada tidak langsung atau melalui DPRD. Pilkada langsung sangat boros biaya dan rawan terjadinya praktek money politics dan jual beli suara.

Bukankah praktek money politics itu lebih rawan kalau kepala daerah dipilih DPRD?

Kekhawatiran memang selalu ada. Tapi kami membentengi de­ngan berbagai kebijakan yang sangat tegas. Kalau sampai terjadi korupsi dan money politics, maka pi­hak-pihak yang terbukti mela­kukan akan ditindak tegas. Dengan melakukan pencopotan jabatan, sehingga secara teori akan lebih menciptakan kualitas pemimpin yang lebih baik lagi.

Ada pihak lain yang dili­batkan?
Tentu dilibatkan Badan Pe­meriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar lebih mudah melaku­kan pengawasan.

Saya yakin, mengawasi aliran dana anggota DPRD lebih ringan jika dibandingkan mengawasi aliran dana dalam penye­leng­garaan pilkada langsung. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya