Berita

penjagaan oleh petuga polisi Australia/net

Dunia

Tikam Dua Polisi, Pemuda Ini Tewas Terkena Timah Panas

RABU, 24 SEPTEMBER 2014 | 14:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang remaja tiba-tiba saja menikam dua orang petugas polisi usai menjalani wawancara di kantor polisi Melbourne semalam (Selasa, 23/9). Salah seorang polisi yang ditikam langsung melepaskan tembakan hingga remaja berusia 18 tahun itu tewas.

Remaja itu dipanggil ke kantor polisi atas dugaan terkait dengan terorisme. Kepolisian Australia menyebut, paspor milik pemuda tersebut sebelumnya juga dibatalkan dengan alasan keamanan.

Pemuda yang disebut bernama Abdul Buman Haider itu merupakan pria kelahiran Afghanistan. Ia diduga terkait dengan jaringan ekstrimis al-Furqan.


Ia datang malam lalu untuk menjalani wawancara dengan petugas polisi setempat. Usai wawancara ia sempat bersalaman dengan petugas polisi sebelum menikam dua petugas beberapa kali. Salah satu korban penikaman menembaknya hingga tewas.

"Salah seorang petugas menjulurkan tangannya untuk bersalaman dan kemudian dibalasnya dengan tusukan di bagian lengan," kata kepala kepolisian Victoria, Ken Lay.

Kedua petugas polisi kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Keduanya dikabarkan berada dalam kondisi stabil.

Pihak kepolisian tidak mengkonfirmasi adanya laporan bahwa pemuda itu terkait dengan ancaman terhadap Perdana Menteri Australia Tony Abbott. Namun BBC mengabarkan, pemuda itu berkaitan dengan kelompok militan ISIS yang saat ini masih terus bergerilnya di wilayah Irak dan Suriah.

"Itu benar bahwa ada keterlibatan, entah itu ISIS atau bukan karena belum jelas," sambung Kay.

Menanggapi kejadian tersebut, Abbott yang tengah berada di luar negeri menyebut bahwa hal tersebut adalah bukti bahwa ada sejumlah orang di masyarakatnya yang memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan ekstrim.

Sejak beberapa bulan terakhir Australia diketahui meningkatkan kewaspadaan atas ancaman terorisme mentusul ulah ISIS yang masih terus bergerilya dan merekrtur pejuang dari negara-negara Barat, tak terkecuali Australia. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya