Berita

pesawat tempur yang digunakan untuk melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah/net

Dunia

AS: Kalahkan ISIS Butuh Waktu Beberapa Tahun

RABU, 24 SEPTEMBER 2014 | 14:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setidaknya butuh waktu beberapa tahun untuk dapat membasmi kelompok militan ISIS yang masih terus bergerilya di wilayah Irak dan Suriah. Hal itu tidak dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari ataupun bulan.  

"Perlu upaya penanganan serius oleh semua pihak yang terlibat. Kami yakin ini memekan waktu beberapa tahun," kata juru bicara militer Amerika Serikat, John Kirby di Wahington pada Rabu (24/9).

Ia mengklaim, saat ini serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dengan lima negara Arab lainnya ke wilayah yang diduduki ISIS si Suriah mulai awal pekan ini telah berhasil melumpuhkan sebagian kemampuan ISIS.


"Kami pikir, kami telah menyerang apa yang kita tuju," sebutnya.

Laporan yang dikutip BBC menyebut, setidaknya ada 70 militan ISIS, 50 militan kelompok ekstrimis lainnya yang berafiliasi dengan al Qaeda, serta delapan warga sipil tewas dalam serangan udara yang pertama kali dilancarkan Amerika Serikat di luar wilayah Irak itu.

Sebelumnya, sejak Agustus lalu Amerika Serikat memfokuskan diri melancarkan serangan udara ke wilayah Irak yang diduduki ISIS. Tercatat setidaknya ada hampir 200 serangan yang dilancarkan di Irak.

Serangan yang diperluas ke Suriah menargetkan sejumlah titik di wilayah Raqqa yang telah diduduki oleh ISIS.

Sehari sebelumnya Amerika Serikat menegaskan bahwa langkah yang diambilnya didukung oleh negara-negara Arab. "Ini bukan hanya perjuangan Amerika sendiri," kata Obama.

Setidaknya ada lima negara Arab yang mengambil bagian dalam serangan ke Suriah, yakni Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, dan Qatar. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya