Berita

net

Hukum

Perwira Polisi Aktif dan Purnawiran Diduga Jadi Penjaga Usaha Tambang di NTT

RABU, 24 SEPTEMBER 2014 | 12:21 WIB | LAPORAN:

Dugaan bahwa Kapolres Manggarai berada atau menjadi bagian dari jaringan mafia Tambang di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat patut untuk dicermati dan diangkat ke permukaan.

Sejumlah Jenderal Polisi dan atau Purnawirawan Jenderal Polisi bahkan istri Jenderal Polisi atau para Jenderal Polisi Purnawirawan diduga kuat telah direkrut oleh pengusaha tambang yang rata-rata berdomisili di Jakarta, dengan cara didudukkan  menjadi Komisaris di dalam Perusahaan Tambang yang umumnya beroperasi di Indonesia Timur.

"Tujuannya adalah untuk mengamankan dan melancarkan operasional dalam aktivitas eksplorasi dan eksploitasi perusahaan tambang. Kita tahu bahwa praktik pengelolaan usaha pertambangan di berbagai tempat di Sulawesi Tenggara dan NTT mendapatkan resistensi yang sangat besar dari masyarakat dan gereja, terutama dalam melindungi hak-hak masyarakat adat atas tanah dan kearifan lokalnya," kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (24/9).


Menurut Petrus, untuk memudahkan akses ke Kepolisian (Polda dan Polres) di daerah, maka pengaruh dari para mantan jenderal atau istrinya didapatkan dengan mendudukkan mereka dalam posisi Komisaris Perusahaan Tambang dengan tugas khusus mengamankan kepentingan Perusahaan. Hal itu berguna ketika harus  berhadapan dengan sikap resistensi massa dan LSM ketika mengadvokasi Perusaan Tambang yang merusak lingkungan, merusak kearifan lokal dan merampas hak-hak masyarakat atas tanah yang dijadikan sebagai lokasi tambang

"LSM bahkan Pastor, setiap saat bisa jadi sasaran penindakan oleh Kepolisian ketika melawan atau menolak tambang. Contoh paling konkret kasus penolakan tambang di Manggarai Timur dan Ruteng oleh masyarakat dan Pastor Simon Suban Tukan SVD, di mana petugas polisi berani menyeret atau menarik tangan Pastor Simon Suban Tukan ketika bersama masyarakat mengadvokasi kepentingan lingkungan dengan menolak tambang", jelasnya.

Ada dugaan Kapolres Manggarai AKBP Tony Binsar Marpaung berada dalam dan atau sebagai bagian dari jaringan mafia tambang di NTT. Tuduhan itu bisa saja benar dan hampir pasti benar karena perilakunya senantiasa membela pengusaha tambang dengan dugaan menerima upeti yang tidak sedikit dari perusahaan tambang atau patronnya yang berada di Jakarta.

"TPDI akan melaporkan dugaan keberadaan sejumlah jenderal purnawirawan Polisi dalam sejumlah perusahaan tambang yang dijadikan sebagai backing dalam usaha kotor pengusaha tambang," ujar Petrus.

Kompolnas, Kapolri dan Anggota DPR-RI asal NTT harus menempatkan persoalan perusakan lingkungan dan kearifan lokal melalui usaha  pertambangan menjadi skala prioritas guna menyelamatkan NTT dari kehancuran total secara sistimatis.

"Karena itu TPDI mendesak 13 Anggota DPR-RI NTT untuk memberikan prioritas, jangan malah 13 Anggota DPR-RI dari NTT ini pun berlomba-lomba bahkan menjadi bagian di dalam mafia tambang di NTT," pungkasnya. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya