sejumlah karyawan perhatikan peluncuran satelit Mangalyaan pada 5 November 2013/cnn
Organisasi Penelitian Luar Angkasa India mengumumkan bahwa negaranya berhasil menorehkan sejarah baru dengan meletakkan misi pengorbit pertama ke planet Mars. Satelit robotik Mangalyaan itu berhasil tiba di orbit planet merah pada Rabu pagi (24/9).
Hal itu membawa India bukan hanya menjadi negara asia pertama yang berhasil mengirimkan satelitnya, namun juga negara pertama yang berhasil melakukannya dalam percobaan pertama.
"Ini adalah perolehan teknis yang besar bagi bangsa," kata pakar luar angkasa di Banglore S. Satish dikutip CNN.
Pasalnya, ketika mendekati orbit Mars, satelit harus mampu menjalankan serangkaian manuver yang rumit dan kritis agar bisa tiba dengan selamat. Di fase ini tak jarang misi yang dikirimkan mengalami kendala seperti menyimpang dari jalur, tidak berfungsi, ataupun jatuh. Namun satelit Mangalyaan India berhasil melakukannya dengan baik.
Perdana Menteri India, Narenda Modi dari pusat pengendali misi di kota selatan Banglore menyebut bahwa negaranya telah berhasil melakukan hal yang semula dinilai hampir tidak mungkin.
"Dari 51 misi yang pernah dicoba di dunia hanya 21 yang telah berhasul. Kita berhasil melakukannya," kata Modi diktip
BBC.
Misi pengorbit itu sendiri diketahui diluncurkan dari bumi pada 5 November 2013 dan menempuh perjalanan sejauh 215 kilometer sebelum akhirnya tiba di Mars. Satelit melepaskan roket kecil untuk membalikkan arah ketika mendekati orbit demi mengurangi kecepatan selama sekitar 24 menit agar dapat turun dan dapat ditangkap oleh gravitasi Mars.
Misi itu dikirimkan untuk memetaksan permukaan Mars serta mempelajari atmosfer di planet tersebut.
Sejauh ini hanya Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia yang berhasil mengirim misi ke Mars. Dengan demikian, India menjadi negara pertama yang berhasil melakukan hal itu.
Sebelumnya Tiongkok diketahui pada tahun 2011 pernah menjalankan misi bersama dengan Rusia dengan melibatkan satelit Mars Tiongkok Yinhuo-1. Namun satelit itu terhenti dan tiba-tiba kembali ke Bumi.
Tahun 1998 Jepang juga pernah mencoba melakukan hal serupa dengan mengirimkan pesawat luar angkasa Nozomi. Namun percobaan itu gagal akibat masalah bahan bakar.
[mel]