Berita

Hukum

Dugaan Korupsi di Kementerian Perumahan Dilaporkan ke KPK

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 | 20:57 WIB | LAPORAN:

Proyek pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) di Kementerian Perumahan (Kemenpera) dilaporkan ke KPK. Pelaporan disampaikan karena diduga banyak terjadi penyimpangan dalam proyek yang melibatkan orang dekat Menpera Djan Faridz.

Adalah lembaga Presidium Forum Studi Pembangunan (FosPem) yang melaporkan dugaan korupsi tersebut.

"Maksud dan tujuannya bagus. Tapi dalam praktinya terjadi penyimpangan berupa dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme," kata Ketua Fospem, Akbar Rahmatullah di sela melaporkan kasus tersebut di Gedung KPK (Selasa, 23/9).


Akibat parakti itu, kata dia, penempatan Rusunawa salah sasaran. Misalnya, untuk pembangunan pondok pesantren (Ponpes) yang jumlah santrinya tidak memenuhi standar minimal, namun mendapatkan rusunawa.

Hal itu dikarenakan adanya kongkalikong dengan membauar jasa pada orang dekat Menpera Djan Farid. Kendati demikian, ia tidak merinci siapa orang yang dimaksud.

"Temuan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia(Gapensi), mekanisme pelaksanaan lelang proyek rusunawa pada tahun 2013 diduga bertentangan dengan Perpres No. 54 Tahun 2010 Pasal 24 dan imbauan Menteri BUMN, Dahlan Iskan ke Perusahaan milik pemerintah," ujar dia.

Berdasarkan data yang dimilikinya proyek tahun 2013 dilakukan penggabungan yakni Pembangunan Rusunawa I dan II. Kedunya memiliki nilai proyek 44,69 miliar dan Rp 98,51 miliar. Sedangkan untuk wilayah III dan IV nilai proyeknya 53,71 miliar serta Rp 72,82miliar.

Dalam pelaksanaan penggabungan antara wilayah satu dengan yang lain juga diduga terjadi kolusi. Sistem penyatuan tersebut diduga untuk mengarahkan pemenangnya dari pihak BUMN.

"Karena tidak banyak kompetitor, maka pembagian fee kepada orang dekat Djan Farids lebih mudah," kata dia menegaskan.

Di sisi lain, lanjut dia, berdasarkan data menunjukan adanya penerimaan dalam pemberian bantuan sangan terlihat dari keluar masuknya daftar penerima. Dia menyebut banyak daerah yang menjadi korban dari praktek tersebut.

"Seperti yang terjadi di Ponses Bustanul Ulum, Desa Jrengoan Sampang Madura," ujar dia.

Dalam pengajuan tertulis ponpes bustanul ulum, tapi justru dibangun di lokasi ponpes lain. "Hal itu sudah jelas merupakan penyimpangan," kata dia.

Sementara pihak KPK, kata dia, mengaku senang atas laporannya. Menurut dia KPK akan menelaah laporannya. "Nanti (KPK) akan kasih kabar perkembangannya," kata dia.[dem]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya