Berita

Potongan Video menunjukkan Herve Gourdel (tengah) diapit dua militan/bbc

Dunia

Culik Pria Perancis, Kelompok Rekanan ISIS Ikut Serukan Ancaman

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 | 13:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pria Perancis bernama Herve Gourdel menjadi korban penculikan oleh sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS di Algeria.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Gourdel yang diculik pada Minggu (21/9) itu muncul dalam sebuah video bersama dengan dua orang pria bersenjata yang menutupi wajahnya dengan masker hitam. Mereka mengancam Perancis untuk tidak terlibat dengan serangan yang tengah dilakukan oleh Amerika Serikat kepada militan ISIS di Irak.

"Kami mengkonfirmasi keaslian video yang menunjukan tahanan Perancis Herve Gourdel yang diculik di Algeria di wilayah Tizi Ozou pada Minggu" kata Fabius melalui pernyataan.


Fabius sendiri menyebut bahwa Perancis akan melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk membebaskan Gourdel. Namun ia tidak menyangkal bahwa situasi yang ada saat ini sangatlah kritis.

"Ancaman yang dibuat oleh kelompok teroris sekali lagi menunjukkan kekejaman ekstrim ISIS dan mereka yang menyebut berafiliasi dengannya," sambung Fabius.

Namun ia menekankan, bagaimanapun kelompok teroris itu tidak akan mengubah sikap Perancis.

Dalam video tersebut, militan yang menyebut diri mereka berasal dari kelompok Jund al-Khilifa itu mengaku berafiliasi dengan ISIS. Mereka menyebut bahwa penculikan yang mereka lakukan adalah bentuk tindak lanjut dari seruan ISIS untuk melakukan serangan kepada warga asing yang berasal dari negara-negara yang mengambil bagian dari serangan terhadap ISIS di Irak.

Militan tersebut mengancam akan membunuh Gourdel kecuali Perancis mengakhiri operasi militernya.

"Kelompok bersenjata ini meminta saya untuk meminta padamu (Presiden Perancis Francois Hollande) untuk tidak ikut intervensi di Irak," kata Gourdel dalam video tersebut dikutip BBC.

Gourdel yang merupakan pemandu gunung dan fotografer itu datang ke Algeria sebagai turis. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya