Berita

mars/net

Dunia

Dekati Mars, MAVEN Mencari Jawaban Air yang Hilang

MINGGU, 21 SEPTEMBER 2014 | 19:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Sebuah pesawat ruang angkasa NASA segera menempatkan diri dalam orbit Mars setelah melakukan perjalanan selama 10 bulan.

Pesawat yang dirancang untuk menyelidiki penyebab hilangnya air dari Mars ini telah berjalan sejauh 442 juta mil atau sekitar 711 juta km dari bumi. Kini Mars Atmosphere dan Volatile Evolution (MAVEN) dihadapkan pada situasi sulit.

Pasalnya, untuk mengorbit di Mars, MAVEN harus membakar enam roketnya. Jika proses ini berhasil, maka akan memangkas kecepatan MAVEN. Sehingga cukup untuk pesawat ditangkap gravitasi Mars dan jatuh dalam orbit pengulangan planet merah tersebut.


Dengan begitu, selama enam minggu ke depan MAVEN akan bermanuver sendiri ke orbit operasional yang datang sedekat 93 mil (150 km) dan sejauh 3853 mil (6,200 km) dari permukaan Mars.

Tidak seperti pengorbit Mars sebelumnya, yang menjalankan fungsi pendaratan dan penjelajah, MAVEN akan berfokus pada atmosfer planet untuk meniliti penyebab air hilang dari Mars.

"Di mana air pergi? Mana CO2 (karbondioksida) beralih dari lingkungan awalnya? Bisa turun di kerak atau menghilang di atas atmosfer," ujar pemimpin ilmuwan MAVEN dari University of Colorado, Bruce Jakosky seperti dilansir Reuters (Minggu, 21/9).

Dengan mempelajari atmosfer Mars, para ilmuwan berharap bisa mengetahui rangkaian proses yang terlibat dalam hilangnya air di Mars. Untuk kemudian dihitung mundur berapa lama hal itu terjadi. Pada akhirnya, para ilmuwan ingin mengetahui apakah Mars memiliki kondisi yang tepat bagi kehidupan untuk berkembang. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya