Berita

net

Politik

Pertarungan Merah Putih Vs Gedung Putih Menuju Kursi Menteri ESDM?

SABTU, 20 SEPTEMBER 2014 | 15:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pertarungan merebut kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral cukup sengit melibatkan dua nama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) Poltak Sitanggang dan  petinggi Shell Indonesia, Darwin Silalahi.

Demikian disampaikan Pemerhati Energi dan Pertambangan, Juan Forty Silalahi, dalam surat elektronik kepada redaksi. Ketua Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (Spartan) itu mengistilahkan fenomena itu dengan pertarungan antara Merah Putih Vs Gedung Putih. Walau sama-sama berasal dari Sumatera Utara, namun keduanya berbeda bagai bumi dan langit.

Dia menilai Poltak Sitanggang masih berusia muda (47), dan bisa disebut sebagai "Ahok"-nya orang Batak yang bicara ceplas-ceplos. Tindakannya kadang dianggap nekat seperti waktu mengambil alih 44.000 lahan Kontrak Karya Rio Tinto dan memenangkannya di Pengadilan. Dukungan terhadap Poltak Sitanggang mengalir dari Alumni UGM seperti terlihat saat acara Temu Kangen KAGAMA di Balai Kartini Jakarta pada 12 September lalu.


Banyak pihak yang mengidentifikasi Poltak Sitanggang dekat dengan kelompok Jusuf Kalla, almarhum tokoh PDI Perjuangan, Theo Syafei dan beberapa petinggi PDIP lain. Dugaan bahwa Poltak adalah profesional non partai yang didukung elite PDIP cukup kuat. Selain itu, bisa dikatakan ia minim penolakan dari kalangan pengusaha. Dukungan terhadap Poltak juga tampak dari polling www.kabinetrakyat.org sebagai peraih dukungan tertinggi.

Sementara Darwin Silalahi, (52 tahun) merupakan Presdir Shell Indonesia, perwakilan perusahaan minyak USA di negeri ini. Pria lulusan Harvard University tersebut sejauh ini mendapat dukungan dari kalangan koorporasi dan kartel minyak internasional seperti British Petroleum, SHELL, Husky, Conoco Philips, ExxonMobil, maupun China National Offshore Oil Corporation (CNOOC).

Prestasinya yang menempatkan dirinya sebagai presdir Shell pertama dari Indonesia menjadi nilai jual yang ditawarkan sejumlah pengamat yang mendukungnya. Meskipun ada yang menilai bahwa prestasi Darwin tidak terlepas dari sokongan multinasional company group yang ada di belakangnya.

"Siapa yang layak menjadi Menteri ESDM ada di tangan Jokowi-JK, namun tidak bisa dipungkiri dalam era demokrasi partisipatif ini suara dukungan rakyat akan menentukan kredibilitas pemerintahan Jokowi-JK selama lima tahun ke depan," terangnya. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya