Berita

anggota boko haram/net

Dunia

Boko Haram Tersangka Kebrutalan di Sekolah Guru

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 05:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kelompok ekstrimis Boko Haram menyerbu sebuah perguruan tinggi pelatihan guru di kota Kano, utara Nigeria, dan menewaskan sedikitnya 15 orang dalam aksi tembak-menembak dan bom bunuh diri.

Kepada Aljazeera, saksi mengatakan, dua pelaku bom bunuh diri meledakkan diri mereka di ruang kuliah sekitar pukul 2 siang, Rabu (17/9).

Sedangkan kelompok lain dari penyerang melemparkan bahan peledak ke arah siswa dan menembaki mereka yang berusaha melarikan diri dari Kano Federal College of Education. Para pejabat keamanan setempat mengatakan sedikitnya 34 orang terluka


"Daging manusia dan percikan darah, sisa-sisa dari pelaku bom bunuh diri masih menghantui saya," kata Ibrahim Mohammed, seorang dosen yang mengunci diri di kantornya untuk menghindari serangan.

Meski tidak ada kelompok mengaku bertanggung jawab langsung, para pejabat keamanan yakin Boko Haram dalang serangan itu.

Kelompok bersenjata itu bertujuan mendirikan kekhalifahan dan menyingkirkan pengaruh Barat dari Nigeria. Boko Haram sendiri, dalam bahasa lokal Hausa, berarti "pendidikan Barat dilarang".

"Orang-orang bersenjata membunuh seorang penjaga keamanan di gerbang perguruan tinggi itu dan mereka bergegas menembak semua orang di depan mata," kata saksi yang selamat, Ibrahim Yakubu.

Saksi mata mengatakan, para penyerang menembaki orang-orang yang panik dan berlarian setelah ledakan yang mereka ciptakan. Seorang dosen yang menolak disebutkan namanya mengatakan beberapa pria bersenjata berkeliling di perguruan tinggi Seni dan Ilmu Sosial untuk menembak siapa pun yang terlihat.

Seorang guru perempuan yang lolos dari kejadian itu mengatakan keselamatannya adalah sebuah keajaiban

"Aku berlari, aku merangkak dan berjalan keluar dari gedung sekolah. Tak ada yang tahu di mana para penyerang itu dan berapa banyak mereka. Itu neraka. Semua orang berlari," ungkapnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya