Berita

emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani

Dunia

MENOLAK ISIS

Di Depan Merkel, Penguasa Qatar Bantah Tuduhan Menteri Jerman

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 03:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penguasa Qatar, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, membantah langsung tuduhan dari pejabat Jerman bahwa negaranya terlibat dalam pendanaan Negara Islam di Irak dan Levant yang di sini lebih dikenal sebagai ISIS.

Di sela sesi pertemuan dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, di Berlin, Rabu (17/9), Al Thani menegaskan hal itu sambil mengingatkan Merkel bahwa Qatar sendiri merasa terancam oleh kelompok militan bersenjata.

Pada 20 Agustus lalu, Menteri Pembangunan Jerman, Gerd Mueller, melontarkan tuduhan kepada Qatar dengan menyatakan negara kaya minyak itu adalah "kata kunci" terkait bantuan dana kepada ISIS.


Selain itu, Amerika Serikat juga telah menyatakan keprihatinannya atas tindakan negara-negara Arab, termasuk Kuwait, membantu kelompok bersenjata ISIS yang telah mengambil alih sebagian besar wilayah Irak dan Suriah.

"Apa yang terjadi di Irak dan Suriah adalah ekstremisme dan organisasi tersebut sebagian dibiayai dari luar negeri. Tapi Qatar tidak pernah mendukung dan tidak akan mendukung organisasi teroris," kata Emir saat konferensi pers bersama Kanselir Angela Merkel, dikutip dari Aljazeera.

Menyambut bantahan itu, Merkel mengatakan Al Thani telah meyakinkannya bahwa Qatar sendiri terancam oleh ISIS dan menyatakan perang melawan kelompok itu.

"Tidak ada alasan untuk tidak mempercayai apa yang Emir katakan," ungkap Merkel.

Selama ini Qatar banyak dikecam, termasuk oleh negara-negara tetangganya di Teluk Arab, karena dianggap menggunakan kekayaan minyak dan gas yang luas untuk mendukung kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah.

Namun, pekan ini Qatar mulai mengatur perihal sumbangan amal untuk mengatasi masalah pendanaan ilegal kepada kelompok teroris. Qatar juga merupakan salah satu dari 10 negara Arab yang sepakat untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan aliran dana dan sumbangan pejuang kepada ISIS. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya