Berita

joko widodo/net

Politik

Kabinet Jokowi-JK Akan Mengulang Penyakit-penyakit Lama

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 03:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Joko Widodo dan Jusuf Kalla menetapkan akan ada 16 kementerian dalam pemerintahannya yang diisi figur menteri dari partai politik, atau diistilahkan "profesional partai". Sedangkan sisa 18 kementerian lain diduduki figur menteri dari kalangan profesional murni.

Namun, dalam pandangan pengamat politik, komposisi dan pembagian ini justru memberi sinyal bahwa Jokowi tak sepenuhnya dapat berkreasi di antara banyak parpol pendukungnya.

"Lebih-lebih sekarang berkembang isu untuk menarik parpol-parpol lain di luar koalisi agar bergabung serta. Suasana ini seperti mengulangi kisah pemerintahan sebelumnya (SBY). Yang beda hanya penggunaan istilah dan sedikit perubahan nama struktur jabatan kabinetnya," demikian pernyataan pengamat politik, Ray Rangkuti, kepada wartawan.


Dalam pandangannya, Jokowi juga tidak memberi sinyal kuat apakah komposisi kabinet ini tidak akan mengulang penyakit lama kabinet-kabinet yang pernah ada, yakni "bentrokan" kewenangan, tumpah tindih kebijakan, disharmoni dan dismanejemen antar anggota kabinet, serta tidak optimalnya jajaran kabinet dalam bekerja.

Lebih dari itu, tambah dia, struktur kabinet yang diumumkan sejauh ini seperti tidak menjanjikan kebebasan dari kemungkinan masuknya kepentingan partai yang besar, khususnya dalam menghimpun pundi-pundi kas parpol yang akhirnya menjadikan anggota kabinet sebagai pesakitan di ruang tahanan koruptor.

"Penghalusan bahasa dan perubahan nama struktur kabinet tidak dengan sendirinya mendongkrak kabinet ini akan bekerja seperti harapan masyarakat terhadap sebuah kabinet yang efesien, efektif, berorientasi pelayanan dan kerja serta anti korupsi," terangnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya