Berita

jokowi dan tim transisi/net

Politik

MENANTI KABINET JOKOWI-JK

Langkah Awal Jokowi Kurang Mengesankan

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 00:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Langkah perdana Joko Widodo di masa transisi pemerintahan dianggap kurang mengesankan. Apalagi setelah ia menetapkan postur struktur kabinet berjumlah 34 pos menteri, sama dengan kabinet SBY-Boediono saat ini.

Demikian disampaikan pengamat politik, Ray Rangkuti, menanggapi keputusan Jokowi-JK yang didukung Tim Transisi itu.

"Ini menjadi langkah awal pemerintahan Jokowi yang kurang mengesankan. Kenapa? Karena sejak awal Jokowi menjanjikan adanya upaya efesiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Salah satunya memotong anggaran untuk kabinet," ujar pendiri LSM Lingkar Madani untuk Indonesia itu, lewat pesan elektronik.


Dalam rangka itu tadi, lanjut Ray, Tim Transisi kemudian menyebarkan isu bahwa postur kabinet Jokowi hanya berkisar 28 orang. Pemberitahuan itu sempat menaikan simpati dan keyakinan masyarakat bahwa Jokowi memang serius akan melakukan efesiensi anggaran operasional pemerintahan.

Janji itu tadinya juga sempat dibaca sebagai konsistensi terkait kampanye Jokowi bahwa tidak akan ada bagi-bagi kursi untuk parpol di kabinet. Semua orang yang masuk ke kabinet semata karena pertimbangan kualifikasi dan keahlian.

"Tapi pengumuman struktur kabinet tetap 34 orang menteri, di mana komposisinya 18 profesional dan 16 dari professional partai, sedikit mengguncang harapan akan adanya kabinet efesien, efektif dan berorientasi kerja," terangnya. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya