Berita

Hukum

Pansel KPK Gandeng Intelijen dan PPATK

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 20:56 WIB | LAPORAN:

Panitia Seleksi (Pansel) meloloskan 11 nama Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka selanjutnya akan melaksanakan uji profil (profile assement) pada 18-19 September 2014 mendatang di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta.

Jurubicara Pansel, Imam B. Prasodjo menyatakan bahwa pihaknya akan melibatkan lembaga independen untuk melakukan profile assessment kepada para calon. Adapun salah satu materi yang akan diuji menyangkut kepemimpinan dan psikologis.

"Dilakukan lembaga independen, psikolog macam-macam tes. Intinya bagaimana mendeteksi kemampuan dalam kepemimpinan, kapasitas psikologis. Kaitan dengan seberapa jauh bisa menghandle masalah berat ini, dan bisa melakukan kolektif leadership," kata Imam di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (15/9).


Tak hanya itu, profile assessment juga melibatkan lembaga lain seperti intelijen, penegak hukum dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Tak terkecuali Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna menelusuri ada tidaknya transaksi mencurigakan dari 11 calon itu. Langkah itu dilakukan untuk melacak track record atau latar belakang ke 11 calon itu.

"Tracking melacak orang-orang ini. LSM dan intelejen serta PPATK juga dilibatkan," terang dia.

Pansel, kata Imam, juga mengharapkan tanggapan dan masukan masyarakat menyangkut integritas dan kapasitas 11 nama calon yang akan mengikuti profile assestment.  "Kami minta bantuan teman-teman wartawan untuk siarkan nama ini agar masyarakat bisa tanggapi potensi integritas dan kapasitas, independensi mereka dan bisa dikirimkan ke SMS 0812111555 atau ke email: pansel.kpk@kemenkumham.go.id," urainya.

Diketahui, 11 calon yang akan mengikuti profile assessment dinyatakan lolos dari seleksi penulisan makalah. Dalam seleksi penulisan makalah tercatat diikuti oleh 59 calon yang berhasil lolos dari seleksi awal Pansel Pimpinan KPK. Awalnya ada 64 calon yang lolos seleksi awal, namun dari informasi diperoleh, lima lainnya dinyatakan gugur lantaran tidak datang.

Adapun ke 11 nama calon yang masuk dalam tahap profile assessment ini adalah, Iwan Nazarudin Kurniawan, Ichran Efendi Siregar, Jamin Ginting, M Busyro Muqoddas, I Wayan Sudirta, Trisaktyana, Ninik Maryanti, Ahmad Taufik, Roby Arya Brata, Subagio dan Eddy Fritz Sinaga.

Sementara itu saat disinggung soal masuknya nama Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas diantara ke 11 calon, Imam menyatakan, saat melakukan penilaian, Pansel tidak mengetahuinya secara personal.

"Saat menilai makalah personal kami tidak tahu orang itu. Kami cari berdasarkan tim independen," demikian Imam. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya